logo


Kutuk Tindakan Keji Militer Myanmar ke Muslim Rohingya, Hanura Ingin PBB dan OKI Turun Tangan

Hanura meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta sesama umat Islam untuk segera mengambil langkah hukum.

2 September 2017 11:55 WIB

Ilustrasi Partai Hanura
Ilustrasi Partai Hanura Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pembantaian umat manusia sedang yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar saat ini sedang menjadi perhatian banyak pihak.

Tindakan keji tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menikmati hidup di dunia ini dengan layak. 

Sejumlah kecaman pun dilontarkan banyak pihak. Partai Hanura mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan militer Myanmar tersebut. Selain itu, Aung San Suukiy juga harus mempertanggungjawabkan apa yang telah terjadi terhadap mayoritas Muslim setempat.


"Usir Dubes Myanmar dari Indonesia!"

Melalui Ketua DPP Hanura Bidang Agama Sosial, H. Mulkan Nasution, Hanura meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta sesama umat Islam untuk segera mengambil langkah hukum yang setimpal terhadap para pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.

"Jika perlu putuskan saja hubungan diplomatik. Buat apa basa basi dalam pergaulan bangsa bangsa jika masih ada bangsa yang dianggap sebagai hewan. Hewan saja dilindungi, apalagi manusia. Ini semua adab dan adat bangsa-bangsa sudah mereka injak-injak," kata H. Mulkan.

Menurut H. Mulkan, kedamaian dunia baru bisa terjadi jika setiap insan manusia sadar dan memfungsikan hati nuraninya dengan benar.

"Kekusutan dunia ini dalam berbagi dimensi serta pergaulan antarumat dan antarbangsa hanya bisa dirajut bilamana semuanya memfungsikan hati nuraninya," tambah H. Mulkan, yang juga ketua PB Al Washliyah tersebut.

Pemegang Nobel Perdamaian Biarkan Pembantaian Rohingya, Yusril: Memalukan!

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari