logo


Pemegang Nobel Perdamaian Biarkan Pembantaian Rohingya, Yusril: Memalukan!

Suu Kyi yang tidak terlihat proaktif maju untuk mengatasi masalah kemanusiaan tersebut, menurut Yusril, merupakan tindakan yang memalukan.

2 September 2017 10:45 WIB

Yusril Ihza Mahendra.
Yusril Ihza Mahendra. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menyayangkan sikap kurang tanggap pemimpin paling berpengaruh di Myanmar saat ini, Aung San Suu Kyi. Menurutnya, sebagai seorang pemenang Nobel, Suu Kyi dinilai tidak berperan aktif dalam menghentikan kekejaman militer Myanmar dan juga sejumlah kelompok agama terhadap para muslim Rohingya.

Aksi yang dilakukan pihak militer Myanmar sendiri, dikatakan Yusril, sangat menyalahi nilai-nilai kemanusiaan yang harusnya dihormati serta dihargai oleh sesama umat manusia.

"Keterlibatan militer Myanmar dalam pembantaian masyarakat Muslim Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan atau crime against humanity yang wajib dihukum oleh dunia internasional," melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/9).


Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Membantu Penduduk Rohingya

Suu Kyi yang tidak terlihat proaktif maju untuk mengatasi masalah kemanusiaan tersebut, menurut Yusril, merupakan tindakan yang memalukan, terlebih lagi mengingat statusnya sebagai pemenang penghargaan Nobel.

Pembantaian oleh militer pun terkesan dibiarkan saja oleh Pemerintah. PBB sebagai partai berlandaskan Islam pun merasa perlu untuk mengutuk aksi kejam tersebut dan akan mengambil langkah politis serta kemanusiaan dalam rangka menolong para Muslim Rohingya yang keselamatannya hingga kini masih terancam.

"Bagi Pemuda PBB saya perintahkan untuk koordinasikan bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya segera," katanya.

Selain itu, Yusril berharap Pemerintah Indonesia dapat segera melakukan langkah diplomatis untuk menekan dan mendesak Myanmar untuk menghentikan pembantaian terhadap Muslim Rohingya.

Sebelumnya, desakan terhadap Myanmar tersebut telah diserukan para pengguna media sosial dengan menggunakan berbagai macam tagar. Salah satunya yang sempat memuncaki trending topic Twitter adalah imbauan untuk mengusir Dubes Myanmar untuk Indonesia.

"Usir Dubes Myanmar dari Indonesia!"

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari