logo


Pencapaian Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Sinergitas Para Skateholder

Jangan sampai masing-masing stakeholder berjalan di atas relnya masing-masing yang justru akan saling bertabrakan lantaran tak terwujud sinergitas yang baik.

30 Agustus 2017 18:24 WIB

Anggota Komisi IV DPR RI Fauzih Amro.
Anggota Komisi IV DPR RI Fauzih Amro. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pusat Pengkajian Strategis Nasional (PPSN), Rabu 30 Agustus 2017, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk "Pencapaian Swasembada Pangan Melalui Sinergi Pengelolaan Sumberdaya Pemerintah dan Masyarakat". Hadir dalam acara tersebut Fauzih Amro selaku anggota Komisi IV DPR RI.

Politisi Hanura itu menyampaikan, betapa pentingnya para pemangku kepentingan mulai dari eksekutif, legislatif, TNI, Polri, para ahli termasuk pula masyarakat tani bisa slaing bersinergi agar ketahanan pangan atau swasembada bisa terjadi.

Jangan sampai masing-masing stakeholder berjalan di atas relnya masing-masing yang justru akan saling bertabrakan lantaran tak terwujud sinergitas yang baik. Tak hanya soal saling bertabrakan, sinergitas menjadi penting sebagai bentuk menafsirkan program-program yang ada.


Pencapaian Swasembada Pangan Melalui Sinergi Pengelolaan Sumberdaya Pemerintah dan Masyarakat

"Masih banyak hal yang harus diperhatikan terkait urusan swasembada pangan ataupun ketahanan pangan. Salah satunya adalah mensinergikan lembaga-lembaga yang ada, tidak hanya Kementan dan Kemendag semata. Semua pemangku kepentingan untuk bisa saling bersinergi. Termasuk pula TNI, Polri, DPR dan juga masyarakat," ucapnya di kantor PPSN di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Terlebih sejauh ini, acap kali terjadi kesalahan penafsiran hal-hal yang dibentuk di jajaran strategis oleh pihak-pihak yang berada di jajaran teknis.

Setelah semua stakeholder bersinergi, lanjut Fauzi, maka penting untuk mentargetkan tentang upaya-upaya yang mungkin dilakukan demi terciptanya swasembada pangan.

Setidaknya, lanjut Fauzih, jika kesejahteraan petani tercapai, maka di situlah keberhasilan yang selama ini diidamkan.

"Kalau petani sejahtera, berhasil tanaman pangan ini. tersenyumlah kita," ucap Fauzih.

Fauzih pun menyinggang tentang validitas data yang dimiliki terkait besaran luas lahan yang ada.

"Luas lahan kita berapa dari Sabang sampai Merauke. Cetak sawah kita berapa hektar? Optimalisasi rawa berapa hektar? Dengan data yang baik, di situlah nanti kita bisa melihat jumlah produksi beras yang sebenarnya," sahutnya.

PPSN Gelar FGD Tentang Swasembada Pangan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah