logo


Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Sampai Ada Kepentingan Politik Dibalik Kasus Kader PDIP

Yanuar Wijanarko berharap Polres Jakarta Selatan mampu mengungkap kasus penganiayaan yang diduga melibatkan kader PDI Perjuangan Taufiqquddin Ande (TA)

30 Agustus 2017 17:37 WIB

Ilustrasi partai PDI Perjuangan.
Ilustrasi partai PDI Perjuangan. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat kebijakan publik, Yanuar Wijanarko berharap Polres Jakarta Selatan mampu mengungkap kasus penganiayaan yang diduga melibatkan kader PDI Perjuangan Taufiqquddin Ande (TA). 

"Jangan sampai ada kepentingan politik yang bisa menghambat pemeriksaan kasus penganiayaan terhadap rakyat ini," ujar Yanuar di Jakarta, Rabu (30/8). 

Menurutnya apabila Polres Jaksel mampu mengungkap kasus tersebut, maka kepemimpinan Irjen Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya terbukti mampu melindungi masyarakat Jakarta dari kekerasan. 


Kata PDIP Soal Penangkapan Sindikat Saracen

"Artinya, Kapolda Metro Jaya mampu mengembalikan marwah Polri sebagai security of criminal justice system," tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane mendorong polisi bertindak tegas atas setiap kasus yang dilaporkan oleh masyarakat tanpa terkecuali. 

"Polisi harus bertindak tegas. Setiap ada laporan masyarakat harus ditindaklanjuti. Polisi jangan terkesan takut-takut. Kalau diindikasikan adanya pelanggaran hukum, ya harus diproses," tuturnya. 

Dalam hal ini, kata Pane, tidak ada alasan bagi Polri untuk menunda proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku penganiayaan. Penundaan proses pemeriksaan hanya akan membuat kegaduhan dan bukan mustahil akan membuat konflik. 

"Polri harus segera mengungkapkan secara transparan kasus penganiayaan ini," pungkasnya. 

Diketahui penganiayaan ini bermula saat seorang TA dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan penganiayaan terhadap seseorang bernama Amadeo Adhyakusuma. 

Laporan yang diterima Polres Jakarta Selatan tersebut bernomor LP/1277/VIII/2017/RJS. Berdasarkan laporan korban, TA melakukan penganiayaan terhadap dirinya pada Minggu (27/8/2017), di Apartemen Kusuma Chandra, Jakarta Selatan.

 

"KPK Mirip Durian Busuk"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata