logo


Negara Raup 2,28 Miliar Dari Jual Beli Gas

13 Maret 2014 18:10 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Indonesia diperkirakan akan mendapat tambahan penerimaan negara sebesar US$ 2,28 miliar dari enam perjanjian jual beli gas (PJBG). Total volume kontrak dari perjanjian yang ditandatangani pada Kamis (13/3) tersebut mencapai 915,22 triliun british thermal unit (TBTU).

Plt. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) J. Widjonarko mengahrapkan, semua pihak dapat memberikan dukungan supaya penyaluran gas dari PJBG dapat terlaksana sehingga potensi penerimaan negara akan terealisasi.

“Semua pasokan gas dalam 6 PJBG ini diperuntukkan bagi domestik,” ujar Widjanarko.

Dari enam PJBG yang ditandatangani, satu perjanjian merupakan pasokan gas untuk membantu lifting minyak di Sumatera, kebutuhan industri pupuk, kebutuhan sektor kelistrikan, serta industri petrokimia.”Semua pasokan gas dalam 6 PJBG ini diperuntukkan bagi kebutuhan domestik,”tambah Widjanarko.

Widjonarko mengatakan komitmen kontrak ini akan terealisasi apabila infrastruktur penyaluran gas tersedia. “Infrastruktur yang minim kerap menjadi kendala penyaluran gas padahal dari sisi suply sudah siap,” paparnya.

Alokasi gas bumi untuk kebutuhan domestik terus mengalami peningkatan rata-rata Sembilan persen per tahun semenjak tahun 2003. Tahun 2012 alokasi gas untuk pasar domestik sebesar 3.550 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau 49,5 persen dari total penyaluran gas. Angka ini terus melonjak pada 2013 lalu, alokasi gas untuk domestik mencapai 3.774 BBTUD atau sebesar 52, 1 persen dari total penyaluran gas.

Tahun ini alokasi gas bumi untuk domestik kembali naik. Sesuai kontrak tahun 2014, alokasi gas bumi untuk konsumen domestik adalah sebesar 3.782 BBTUD atau 52,7 persen dari komitmen kontrak.

 

Wamendag Ngotot Soal Sustainable Palm Oil di Parlemen Eropa

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya, Tommy Ismaya