logo


Minta Nasibnya Diperhatikan Pemerintah, Guru Honor Ngadu ke DPRD

Meski sudah lama mengabdi, kesejahteraan dan tunjangan yang didapat masih jauh dari kata cukup.

23 Agustus 2017 09:00 WIB

Ilustrasi, seorang guru tengah memberikan pelajaran kepada muridnya.
Ilustrasi, seorang guru tengah memberikan pelajaran kepada muridnya. Istimewa

SEKADAU, JITUNEWS.COM - Guru honor menilai selama ini nasibnya kurang mendapat perhatian dari Pemerintah. Untuk itu, para guru honor tersebut menyampaikan keluhannya kepada DPRD Kabupaten Sekadau agar nasib mereka mendapat perhatian Pemerintah.

Salah seorang guru honor di Sekadau, Kalimantan Barat, Junaidi, mengatakan keluhan tersebut agar DPRD Kabupaten Sekadau juga memperhatikan nasib para guru yang ada di Kabupaten Sekadau.

"Kami para guru honor sudah lama mengabdi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pengangkatan sebagai guru PNS. Kedua, yang kami sampaikan adalah penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang hanya bisa digunakan sebanyak 15 persen saja untuk gaji para guru honor," ujarnya.


Pengalihan Kewenangan SMA dan SMK ke Provinsi Sekolah Hadapi Berbagai Kendala

Untuk diketahui, kata Junaidi, para guru honor lebih full mengajar di sekolah. Untuk itu, kata dia, pihaknya menyampaikan hal itu kepada DPRD Kabupaten Sekadau. "Kami juga berharap nasib kami diperhatikan," kata guru honor di Engkudu Mulau, Desa Terduk Dampak, Kecamatan Belitang Hulu itu.

Hal senada juga diungkapkan Evapras, guru honor di SDN Tabuk Hulu, Kecamatan Belitang Hulu. Ia mengatakan, jumlah siswa mencapai ratusan sedangkan guru PNS hanya tiga orang saja.

"Tenaga honor yang full, sama dengan guru PNS bahkan lebih. Coba bayangkan jika tidak ada guru honor dengan hanya tiga guru saja, apa jadinya? Sementara gaji dan tunjangan jauh dari kata cukup bagi guru honor," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap DPRD Kabupaten Sekadau dan instansi terkait dapat memperhatikan tunjangan bagi guru honor sesuai upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Sekadau. Selain itu, kata dia, adanya pengangkatan PNS bagi guru honor berdasarkan masa kerjanya. "Gaji di perusahaan saja sesuai UMK, tapi pemerintah daerah ndak bisa," kata dia.

Honor Sekolah Melalui BOS

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, Djemain Burhan, mengatakan tenaga honor tersebut adalah guru honor sekolah. Sebab, kata dia, yang membuat SK guru honor adalah kepala sekolah.

"Kalau untuk kebijakan saya tidak bisa jawab. Karena untuk pengangkatan itu bukan di Dinas Pendidikan," ungkapnya saat dikonfirmasi Jitunews, Selasa (22/8).

Djemain menjelaskan, selama ini guru honor sekolah dibayar melalui dana BOS sedangkan untuk proses rekrutmen juga melalui sekolah dan itu merupakan kewenangan sekolah sepenuhnya.

"Kan tidak tahu juga, misalnya tamat SMA mengajar SD, jadi rekrutmennya melalui sekolah. Kami juga berharap penambahan guru, tapi harus sesuai dengan kriteria, misalnya S1 atau D4 pendidikan," tuturnya.

Dorong Pemda Buat Regulasi Mengangkat Guru Kontrak

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, menuturkan para guru tersebut meminta adanya perhatian dari Pemerintah. Apalagi, kata Jeffray, para guru honor tersebut dibayar melalui BOS yang dinilai sedikit sesuai kebijakan pusat mengenai batas penggunaan dana.

Menurut Politisi Partai Demokrat itu, pemerintah daerah melalui bupati membuat kebijakan seperti Perbup sehingga bisa menggunakan APBD untuk menjadikan guru honor sebagai guru kontrak. Bahkan, kata dia, tidak sedikit guru honor yang mengabdi sangat lama.

"Untuk pengangkatan guru kontrak sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah misalnya melalui Perbup. Dibuat mekanismenya, jadi yang sudah lama mengabdi dibuat kontrak dengan menggunakan APBD," jelasnya.

Tentunya, kata Jeffray, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk membuat kebijakan tersebut. Sehingga, kata dia, para guru honor terutama yang sudah lama mengabdi dapat diakomodir oleh Pemerintah Daerah.

"Kebijakannya nanti ada di Bupati dan DPRD. Kalau bupati mau, kami juga tentunya akan mendorong membuat kebijakan tersebut," pungkasnya.

Upacara HUT ke 72 RI Yayasan Karya Sekadau Berjalan Khitmad

Halaman: 
Penulis : Yahya Iskandar, Nugrahenny Putri Untari