logo


Duh, Cuaca Sebabkan Masa Tanam Terpaksa Mundur

April masa panen awal yang berkontribusi 60% dari total produksi nasional selama setahun.

18 Desember 2014 08:33 WIB

sawah tadah hujan
sawah tadah hujan

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Faktor cuaca yang tidak menentu mengakibatkan musim tanam terpaksa diundurkan. Seharusnya saat ini sudah masuk musim tanam.

Plt Dirjen Tanaman Pangan Haryono mengatakan, meski mengalami pemunduran jadual tanam, namun tidak akan mengurangi target produksi 2015.  

"Tidak semua wilayah mengalami kemunduran masa tanam. Hanya 5 % saja dari total lahan sawah sebesar 13,7 hektar yang terpaksa mundur," katanya.


Kenaikan Produksi Berbarengan dengan Kesejahteraan Petani

Menurutnya, April adalah masa panen awal yang berkontribusi sedikitnya 60% dari total produksi nasional selama setahun.

"Kami akan menggenjot lahan kering, lahan sawah tadah hujan dan lahan irigasi yang memiliki luas 500.000 ha di 12 provinsi," katanya. .

Penanaman padi di lahan ini akan berkontribusi menaikkan produksi padi menuju target 74,4 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun depan.

“Salah satunya, lahan kering. Itu bagus sekali kalau di musim hujan. Yang biasanya nanam sekali, bisa jadi dua kali,” katanya.

Haryono menaksir penambahan produksi dari optimalisasi lahan sedikitnya akan menyumbang 2-2,5 juta ton GKG pada tahun depan. Adapun, Target produksi tahun depan meningkat 5,1% dari capaian tahun ini yang hanya 70,61 juta ton GKG.

 

Kementan Pantau Luas Tanam Harian Secara Berjenjang

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid
 
×
×