logo


Imbas Insiden Bendera Terbalik, Kedubes Malaysia Jadi Sasaran Pendemo

Para pendemo juga menuntut permohonan maaf disampaikan dan dimuat secara resmi melalui media massa.

21 Agustus 2017 14:31 WIB

Aksi penyampaian aspirasi di depan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, di Jakarta, Senin (21/8).
Aksi penyampaian aspirasi di depan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, di Jakarta, Senin (21/8). TMC Polda Metro

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia didatangi sejumlah massa yang kemudian menggelar aksi protes dan aksi unjuk rasa, Senin (21/8) siang. Adapun massa yang datang mengaku berasal dari Laskar Merah Putih.

Dalam unjuk rasanya, mereka meminta Malaysia bertanggung jawab lantaran telah lalai dalam memasang bendera Merah Putih di ajang SEA Games 2017. Akibatnya, rakyat Indonesia merasa tersakiti hatinya lantaran bendera kebangsaan merupakan sebuah identitas negara yang sakral yang selayaknya diperlakukan dengan hati-hati.

"Para pengurus SEA Games dan Menteri Olahraga Malaysia harus bertanggung jawab," kata Ketua Umum Laskar Merah Putih, Adek Erfil Manurung.


Gerindra: Tidak Cukup Kalau Hanya Protes Menpora di Twitter

Selain meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait, Adek juga meminta pihak Kepolisian untuk mengusut kasus tersebut. 

Menurut Adek, meski Malaysia sudah menyampaikan permintaan maafnya, hal tersebut dirasa belum cukup lantaran rakyat Indonesia sudah terlanjur sakit hati.

Terlebih lagi, ini bukan kali pertama Malaysia dan Indonesia berseteru. Para pendemo juga menuntut permohonan maaf disampaikan dan dimuat secara resmi melalui media massa. Bahkan, ada yang membawa kertas bertuliskan tuntutan untuk memutus hubungan diplomatik kedua negara.

"Itu saja tidak cukup. Mereka para pejabat harus datang langsung ke Indonesia dan meminta maaf di hadapan bangsa Indonesia. Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi," katanya lagi.

Terlepas dari Urusan Bendera, Ketika Sportivitas di Lapangan Juga Dipertanyakan

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari