logo


Pesta Rakyat di DPR yang Bikin Ngakak

Ada pesta rakyat di DPR. Dalam keterangan resmi DPR disebutkan 'pesta rakyat' itu digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-27. Sepintas, pesta rakyat di DPR ini bikin 'ngakak'.

18 Agustus 2017 17:10 WIB

Pembukaan pesta rakyat di DPR
Pembukaan pesta rakyat di DPR
dibaca 658 x

Ada pesta rakyat di DPR. Dalam keterangan resmi DPR disebutkan 'pesta rakyat' itu digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-27. Sepintas, pesta rakyat di DPR ini bikin 'ngakak'.

Setidaknya, jika membaca sejumlah berita di Jitunews.com tentang DPR, rasa-rasanya urusan pesta yang digelar kini wajar ditertawakan. Dua hal yang menjadi alasan utama, pertama; acara itu digelar di tengah upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar skandal korupsi dalam kasus proyek E-KTP. Anggota DPR-para kader partai politik-merupakan yang paling banyak disebut terlibat dalam kasus itu.

Kedua, DPR adalah lembaga yang tidak dipercaya publik. Dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMCR) pada 14-20 Mei 2017, kepercayaan responden terhadap TNI mencapai 90 persen.


Bukan Sekedar Permainan, Ini Makna di Balik Lomba HUT Indonesia!

Sedangkan kepercayaan terhadap Presiden dan KPK sama besar, yakni 86 persen. Masyarakat menganggap ketiga institusi tersebut sejauh ini telah bekerja sesuai keinginan rakyat.

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Partai Politik mendapat kepercayaan paling rendah dari massa nasional. Dalam survei tersebut kepercayaan terhadap DPR hanya 63 persen dan Partai Politik 56 persen.

Bagaimana mungkin di tengah rendah (bahkan nihil)-nya kepercayaan publik terhadap DPR, lembaga legislatif itu bahkan masih tak malu menggukana 'frase rakyat' untuk memeriahkan HUT RI-47.

Dalam keterangan via laman resminya, disebutkan peserta 'pesta rakyat' di DPR itu adalah beberapa warga yang 'didatangkan' dari Jabodetabek. Selain itu, peserta tambahannya (lebih pas disebut tim hore) berasal dari lingkungan Kesekjenan DPR. Bisa dibayangkan, pesta itu adalah pesta pora politisi Senayan.

Tapi, begitulah DPR. Bukan DPR namanya jika tak berpesta. Pesta pora korupsi E-KTP contohnya. Dari level ketua DPR hingga politisi tanpa jabatan menerima aliran uang dalam skandal yang merugikan negara Rp 2 triliun lebih itu.

Lalu, DPR seharusnya bagaimana?

Di HUT RI ke-72 ini, DPR sebaiknya memeriahkannya dengan pesta rakyat yang sesungguhnya; merampungkan pembahasan RUU yang masih tunggak, membubarkan pansus Hak Angket KPK, dan berhenti menyerang sekaligus memojokkan KPK.

Anda setuju?

Ditulis oleh: Marselinus Gunas

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Terima Kunjungan Paskibraka, Menpora: Silakan yang Mau Duduk di Kursi Saya dan Foto-Foto

Halaman: 
Admin : Marselinus Gunas