logo


Yang Ancam Miryam Sebenarnya Bukan KPK, Tapi Anggota DPR

Rekaman itu membuktikan bahwa tuduhan bahwa KPK melakukan ancaman terhadap Miryam dalam pemeriksaan kasus E-KTP tidak benar.

15 Agustus 2017 10:04 WIB

Miryam S Haryani.
Miryam S Haryani. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rekaman video pemeriksaan tersangka kasus korupsi E-KTP, Miryam S Haryani,  dibuka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang di PN Tipikor, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Rekaman itu membuktikan bahwa tuduhan terhadap KPK melakukan ancaman kepada Miryam dalam pemeriksaan kasus E-KTP tidak benar. Justru yang terungkap dari rekaman itu adalah adanya upaya menekan Miryam yang dilakukan oleh sejumlah anggota Komisi III DPR RI. Miryam melaporkan tekanan dari sejumlah anggota DPR itu ke penyidik KPK, Novel Baswedan dan Ambarita Damanik.

Nama-nama anggota dewan yang disebut dalam percakapan mereka di antaranya politikus PDIP, Masinton Pasaribu; politikus Partai Gerindra, Desmond Mahesa; politikus Partai Hanura, Syarifudin Sudding; politikus Partai Golkar, Azis Syamsudin dan Bambang Soesatyo; serta politikus PPP, Hasrul Azwar.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pihak-pihak yang sebelumnya meminta rekaman pemeriksaan Miryam dibuka saat Rapat Dengar Pendapat di Komisi III, seharusnya melihat fakta persidangan tersebut. Pasalnya, isu intimidasi yang dialami Miryam yang sebelumnya ramai diserukan anggota DPR telah terbukti.

"Maka sebenarnya hal yang dipersoalkan sejak awal seharusnya sudah terbukti, dan bisa dilihat bersama-sama," kata Febri Senin (14/8/2017) malam.

Dengan dibukanya rekaman itu, lanjut Febri, tugas jaksa penuntut KPK selanjutnya adalah membuktikan indikasi pelanggaran yang dilakukan Miryam sesuai Pasal 22 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Saya kira fokus KPK saat ini adalah bagaimana membuktikan perbuatan-perbuatan yang didakwakan tersebut, sehingga alasan pencabutan BAP karena tertekan mengada-ada, itu yang kita buktikan juga," imbuh Febri.


Rekaman Skandal EKTP Milik Johannes Marliem Belum Sampai ke KPK

Rencana Apartemen DPR, KPK Belum Mau Bicara Banyak

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas