logo


Inilah Lima Pesepakbola Termahal Asia Tenggara

Sejauh ini, Thailand berada di depan Indonesia terkait jual beli pemain yang harganya terkadang tak masuk akal, alias cukup tinggi.

15 Agustus 2017 11:34 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Stefano Lilipaly yang baru hijrah ke Bali United menjadi satu-satunya pemain asal Indonesia yang menembus daftar lima pemain termahal ASEAN.

Salah satu cara tim sepak bola menghidupi dirinya adalah menjual slah satu pemain andalannya dengan nilai selangit. Uang hasil penjualan tersbeut nantinya bisa sebagai ongkos operasional tim atau pun untuk membeli pemain lainnya.

Hal tersebut itu tak hanya berlaku bagi industri sepak bola di Eropa semata. Melainkan juga terjadi di industri sepak bola kawasan Asia Tenggara.


Liverpool Akhirnya Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Nasib Coutinho

Sejauh ini, Thailand berada di depan Indonesia terkait jual beli pemain yang harganya terkadang tak masuk akal, alias cukup tinggi. Mayoritas klub yang berlaga di Thai League belakangan telah meniru gaya transfer pemain di Eropa. Yang mana, pemain yang keluar bisa menjadi lubung finansial bagi klub guna mengarungi kompetisi selama setahun.

Berikut adalah daftar lima pemain termahal di kawasan Asia Tenggara berdasarkan halman digital Transfermarkt:

1. Javier Patino

Urutan pertama berasal dari Filipina. Salah satu bintang Timnas Filipina, Javier Patino menjadi pemain termahal di kawasan ASEAN. Nilai tebus untuk mantan pemain Buriram United itu mencapai 750.000 euro atau setara dengan Rp 12 miliar.

Setelah menunjukan performa apik bersama dua klub Thai League, Buriram United dan Cordoba FC, membuat salah satu klub asal China, Henan Jianye merekrutnya pada Januri 2015 silam.

2. Chanathip Songkrasin

Di urutan selanjutnya ada nama pemain Thailand, Chanathip Songkrasin. Bukanlah hal yang mengagetkan jika Songkrasin termasuk pemain ASEAN yang memiliki nilai jual yang tinggi. Penampilan yang terus menanjak sejak pertama kali memulai debtu profesional di tahun 2012, membuat Songkrasin memiliki nilai tebus sebesar 600.000 euro atau senilai Rp 9,5 miliar.

Meski memiliki nilai selangit, rasa-rasanya hal tersebut tidaklah berlebihan. Mengingat kontribusi yang diberinya baik untuk tim maupun negaranya sangatlah luar biasa. Bahkan di usia muda (23 tahun), Songkrasin telah menjadi tulang punggung Tim Gajah Putih dalam memenangkan Piala AFF Suzuki 2014 dan 2016. Kariernya pun kian menanjak dengan saat ini berkiprah di J.League Jepang, membela Consadole Sapporo dengan status pinjaman dari Muangthong United.

3. Theerathon Bunmathan

Pemain Asia Tenggara termahal ketiga adalah Theerathon Bunmathan. Salah satu kelebihan pemain ini adalah mengeksekusi bola mati dengan kaki kirinya yang menakutkan. Berposisi sebagai pemain belakang, tepatnya bek kiri, tak menjadi penghalang bagi Bunmathan untuk menjadi salah satu pemain termahal di kawasan ASEAN.

Nilai jual pemain berkebangsaan Thailand ini menembus angka 500.000 euro atau setara Rp 7,9 miliar. Salah satu yang menyebabkan nilai jualnya selangit, selain kemampuannya, adalah proses perpindahannya ke klub rival.

Tampil sebanyak 200 laga sejak 2009 untuk Buriram United, tiba-tiba dirinya menerima tawaran Muangthon United pada Mei tahun lalu dnegan kontrak lima tahun. Sontak transfer tersebut menghebohkan jagat sepak bola Thailand, mengingat sang pemain adalah maskot dari Buriram United.

4. Tanaboon Kesarat

Bagian dari generasi emas Thailand, tak heran jika pemain gelandang bertahan ini masuk daftar pemain mahal se Asia Tenggara. Ia adalah Tanaboon Kesarat yang juga merupakan bagian penting dari Timnas Thailand kala menjuarai AFF Suzuki Cup 2014 dan 2016 di bawah arahan Kiatisuk Senamuang.

Pemain 23 tahun itu menjadi buah bibir kala dirinya menerima pinangan Muangthong United dari BEC Tero Sasana pada 2016 lalu. Tapi ia hanya bertahan setahun sebelum kemudian hengkang ke Chiangrai United dengan memecahkan rekor transfer klub.

Tak ada gading yang tak retak, begitu pula Kesarat. Cedera tulang kering yang diidapnya justru memudarkan kemampuannya. Nilai tebus 450.0000 euro atau seharga Rp 7,5 miliar kini dirasa kemahalan lantaran sang pemain lebih banyak di ruang perawatan ketimbang di lapangan.

5. Stefano Lilipaly

Setidaknya nama pemain termahal kelima ini cukup membuat wajah sepak bola Indonesia tak buruk-buruk amat di kawasan ASEAN. Kepindahan Stefano Lilipaly ke Bali United snagatlah sensasional. Klub asal Pulau dewata itu harus merogoh kocek dalam-dalam, yakni Rp 6,3 miliar atau 400.000 euro.

Nilai tebus yang tinggi itu disebabkan Lilipaly masih terikat kontrak dua tahun bersama klub asal Belanda, SC Cambuur. Bintang baru timnas Indonesia yang memiliki garis keturunan Belanda tersebut menduduki posisi kelima dalam daftar pemain termahal bersama dengan dua penggawa internasional Thailand lainnya, yakni Kawin Thamasatchanan dan Adisak Kraisorn yang juga memiliki nilai jual sebesar Lilipaly.

Zidane yang Merasa Kesal Soal Akumulasi '2 Menit' Kartu Kuning CR7

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah