logo


Menko PMK: Mahasiswa Harus Mampu Baca Peluang dan Hadapi Tantangan Globalisasi

Puan mengingatkan agar para mahasiswa generasi muda calon pemimpin bangsa dapat memahami berbagai tantangan dan peluang yang ada.

14 Agustus 2017 16:46 WIB

Menko PMK Puan Maharani saat memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jawa Tengah, Senin (14/8).
Menko PMK Puan Maharani saat memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jawa Tengah, Senin (14/8). Humas Kemenko PMK

SOLO, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara dengan perekonomian yang kuat ke depannya. Hal ini terlihat dari pernyataan Lembaga-lembaga terpercaya Internasional yang memprediksi bahwa Indonesia berpeluang menjadi kekuatan lima besar ekonomi dunia pada tahun 2035-2045.

"Namun, Indonesia juga masih menghadapi sejumlah tantangan seperti kualitas sumber daya manusia yang rendah dan sejumlah masalah lain yang dapat merenggut dan mengancam masa depan generasi muda," ujar Puan saat memberikan materi kuliah umum yang bertajuk 'Pentingnya Revolusi Mental bagi Mahasiswa dalam menghadapi Era Globalisasi dan Tantangan masa depan yang semakin berat dan kompleks' di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jawa Tengah, Senin (14/8).

Lebih jauh, Puan mengingatkan agar para mahasiswa generasi muda calon pemimpin bangsa dapat memahami berbagai tantangan dan peluang yang ada.


Menko PMK: Pemerintah Serius Tangani Stunting

"Persaingan dalam era globalisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya dalam mengelola potensi bangsa dan negaranya untuk dapat bersaing," tuturnya.

Lantas, Puan juga menjelaskan bahwa dalam koordinasi bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terdapat 3 agenda strategis yang dilaksanakan untuk dapat mengembangkan potensi rakyat Indonesia.

"Tiga hal tersebut yaitu menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, Meningkatkan kapabiltas manusia Indonesia, serta membangun karekter bangsa," tukasnya.

Puan juga menegaskan akan pentingnya arti gotong-royong dalam pembangunan karakter bangsa. Gerakan nasional revolusi mental adalah merupakan salah satu agenda pembangunan yang strategis, sebagai upaya dalam membangun nation and character building.

"Pembangunan karakter bangsa selain ditempuh melalui pendidikan formal, keteladanan, kehadiran negara yang berwibawa, juga melalui praktek-praktek yang dapat memperkuat jiwa bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan bergotong royong," cetusnya.

Menurutnya, praktik perubahan untuk kemajuan di perguruan tinggi dapat dilihat dari kerja nyata civitas akademika dalam membangun budaya anti plagiat, anti narkoba, budaya keilmuwan yang menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, membangun budaya kampus yang bersih, membangun kesantunan, memperteguh jiwa bhineka tunggal ika dan pancasila, dan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertemakan revolusi mental.

Dan untuk mencapai tujuan kemajuan bangsa dan negara tersebut, maka diperlukan kerja sama dan peran, serta tanggung jawab. Karena, lanjut Puan, dengan kerja bersama, maka kemajuan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dapat semakin cepat terwujud.

"Selamat mengikuti penempaan diri dalam kawah candradimuka Universitas Sebelas Maret, Jadilah pelopor Kemajuan Indonesia," pungkasnya.

Menko PMK Harap IPTEK Semakin Memberi Manfaat Bagi Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana
 
×
×