logo


KKP Realisasikan Program Revitalisasi Perairan Umum

Revitalisasi perairan umum merupakan upaya memulihkan kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan perikanan yang sustainable.

12 Agustus 2017 10:36 WIB

Penggunaan cantrang oleh nelayan.
Penggunaan cantrang oleh nelayan. Istimewa

PANGANDARAN, JITUNEWS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program revitalisasi perairan umum, yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama Pemda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk persiapan hibah lahan kegiatan revitalisasi perairan umum. 

Penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi yang sudah dibangun KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) sejak 2016 dengan beberapa pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran -- terkait upaya KKP untuk melakukan revitalisasi perairan umum di berbagai daerah. 

Dalam kesepakatan bersama tersebut antara lain tentang kesediaan dan persetujuan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk menghibahkan aset barang milik daerah Kabupaten Pangandaran berupa tanah seluas 41.545 m² berlokasi di Blok Bulak Laut Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Pangandaran Nomor 590/Kpts.263-Huk/2017. 


Realisasikan Bantuan Usaha Budidaya, KKP Tebar Perdana Benih Ikan

Untuk ke depannya, lahan yang dihibahkan itu digunakan buat kepentingan umum, yaitu revitalisasi perairan umum guna pembangunan embung/danau penampungan air sebagai lahan budidaya perikanan dalam mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya, pengendali banjir serta untuk mendukung kawasan pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, kegiatan revitalisasi perairan umum merupakan wujud dari kebijakan yang telah digariskan oleh Menteri Kelautan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yaitu upaya memulihkan kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan sebagai salah satu habitat sumberdaya perikanan untuk menuju kegiatan perikanan budidaya yang berkelanjutan. 

”Setelah status lahan ini clear and clean, maka selanjutnya KKP akan segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan embung di Pangandaran. Pada bulan November nanti diharapkan pembangunan konstruksi sudah selesai dilaksanakan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Slamet. Untuk kegiatan revitalisasi perairan umum ini, KKP telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 16,4 milyar yang digunakan mulai dari proses penyusunan DED hingga pembangunan konstruksi embung.Pada penandatanganan yang berlangsung pekan lalu, Jumat (4/8), KKP diwakili oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, sedangkan dari Pemkab Pangandaran oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata -- yang disaksikan oleh Sekretaris Jenderal KKP, Rifky E Hardijanto, pejabat eselon dua dan tiga lingkup DJPB serta jajaran Pemkab Pangandaran. 

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyatakan Pemkab Pangandaran sepenuhnya sepakat dengan KKP. Mengingat pentingnya menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan serta menyambut baik kegiatan revitalisasi perairan umum ini. 

”Embung yang akan dibangun nantinya selain dapat berfungsi sebagai reservoir (penampung air) juga dapat berfungsi untuk menunjang kegiatan perikanan budidaya secara berkelanjutan dan bermanfaat untuk pengembangan wisata di Pangandaran di mana saat ini Pemkab Pangandaran sedang fokus dalam pengembangan wisata,” ujar Jeje. 

Sekretaris Jenderal KKP, Rifky E. Hardijanto, dalam arahannya menyebutkan Kabupaten Pangandaran ke depan sangat potensial menjadi contoh pengembangan kegiatan perikanan dan kelautan yang holistik, karena selama ini telah memiliki sektor pariwisata, menjadi salah satu sentra utama perikanan tangkap, pengolahan perikanan serta memiliki potensi untuk pengembangan perikanan budidaya. Dengan potensi yang ada, diharapkan ke depan perikanan budidaya dapat berkembang di Kabupaten Pangandaran. Untuk itu, KKP akan membangun juga Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore. Sehingga dengan berbagai contoh program perikanan budidaya yang ada dapat menjadi daya tarik bagi nelayan untuk mulai berusaha di bidang perikanan budidaya, karena kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Pangandaran sudah sangat masif.

Data yang ada mencatat Kabupaten Pangandaran memiliki pantai sepanjang 91 km dan hampir 40 persen wilayahnya merupakan wilayah laut serta merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) IX Samudera Hindia -- yang mencakup perairan ujung barat Sumatera dan pantai selatan Jawa. Kabupaten Pangandaran memiliki potensi lahan perikanan budidaya (payau dan tawar) sekitar 401,30 ha. Dari potensi tersebut, maka Kabupaten Pangandaran sangat potensial untuk pengembangan perikanan budidaya laut, payau maupun tawar.  

Pastikan Pasokan Benih, KKP Kembangkan Teknologi Corong

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi