logo


Ketersediaan Air Dukung Pertanian Organik

13 Maret 2014 17:48 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu upaya mencegah kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan adalah melakukan pertanian organik. Hal itu disampaikan Valentinus Dulmin, sekretaris eksekutif Justice, Peace, and Integrity of Creation – Ordo Fratrum Minorum Indonesia (JPIC-OFM Indonesia) kepada JITUNEWS.COM di Jakarta (12/3). Pertanian organik merupakan pertanian yang dikelola memakai bahan  alam tanpa memberikan perlakuan kimia.  

Valentinus menuturkan pertanian organik binaan Ekopastoral, salah satu divisi JPIC-OFM Indonesia telah sukses dilakukan kelompok petani di Cibal, sebuah kecamatan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. “Mereka tidak hanya bertani, tetapi juga memelihara lingkungan dengan melakukan konservasi hutan dan mata air. Mereka menyadari pertanian organik perlu didukung oleh hutan dan ketersediaan air,” kata Valentinus. 

Pada 15 April 2013, tim Ekopastoral JPIC-OFM Indonesia bersama masyarakat Cibal, menanam pohon di dekat sumber air setempat. Selain itu masyarakat juga didorong untuk menanam sayuran, buah di lahan pekarangan untuk meningkatkan daya resapan air. “Pada 2013 kami membagikan bibit rambutan  untuk ditanam di pekarangan rumah,” ujar Valentinus.

Menyambut Hari Air Dunia pada 22 Maret 2014, pria kelahiran 1977 itu menjelaskan keprihatinannya. “Ada uang, ada air. Itu kesan saya peroleh selama meneliti di beberapa daerah. Pemerintah perlu meninjau regulasi dan pola pengaturan sumberdaya air sehingga jangan merugikan masyarakat dan mematikan pertanian,” ujar Valentinus yang berharap kepedulian pemerintah dalam mendukung pengelolaan sumberdaya air yang berkelanjutan.

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda

Halaman: 
Penulis :
 
×
×