logo


Tanggapi Jokowi Soal Diktator, Fahri Hamzah: Korbannya Ormas, Besok Bisa Media

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai sebutan diktator untuk Jokowi adalah karena menerbitkan Perppu Ormas.

11 Agustus 2017 06:07 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COMWakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai bahwa, Presiden Joko Widodo disebut sebagai pemimpin diktator untuk sebagian pihak lantaran menerbitkan Perppu Ormas. 

Dengan adanya Perppu tersebut, menurut Fahri, pemerintah bisa dengan mudah membubarkan suatu lembaga. Hal itu akan menghilangkan sebuah kebebasan dalam berorganisasi.

"Dia membuat Perppu bukan undang-undang. Dan dia buat pasal-pasal yang memungkinkan pemerintah tunjuk jari dan membubarkan satu lembaga, menghilangkan kebebasan," ucapnya di Komplek Senayan, Kamis (10/8).


Maju Pilgub Jatim 2018, Khofifah Belum 'Lapor' Presiden

Dia menuturkan, untuk saat ini yang menjadi korban adalah organisasi masyarakat. Namun, bisa jadi setelah itu korban berikutnya adalah media, partai politik, organisasi intelektual dan yang lainnya.

"Hari ini korbannya ormas, besok korbannya bisa media, besok korbannya bisa parpol, korbannya organisasi buruh organisasi intelektual, bisa," tukasnya.

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir ini, Presiden Joko Widodo sendiri menegaskan bahwa ia bukanlah pemimpin yang diktator atau otoriter.

Jokowi Tak Hadir di Peresmian The Yudhoyono Institute karena Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari
 
×
×