logo


Pihak Buni Yani Sesalkan Ketidakhadiran Ahok

kesaksian dalam persidangan tak boleh sepihak. Oleh karena itu, kedatangan Ahok di persidangan sebagai orang yang merasa difitnah dalam kasus penodaan agama yang menjeratnya mendesak.

10 Agustus 2017 16:22 WIB

Buni Yani dan Kuasa Hukumnya, Aldwin Rahadian.
Buni Yani dan Kuasa Hukumnya, Aldwin Rahadian. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketidakhadiran mantan Gubernur DKI Jakarta (Ahok) Basuki Tjahaja Purnama turut disesalkan pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian. Menurut Aldwin, kehadiran Ahok dalam sidang kliennya merupakan hal yang penting untuk membuktikan apakah Buni Yani bersalah atau tidak.

"Tentu ada urgensinya. Karena apa? Di JPU, menyampaikan berkas perkara kesaksian dari pak Ahok," kata Aldwin, Kamis ( 10/8/2017) di Jakarta.

Aldwin menambahkan, kesaksian dalam persidangan tak boleh sepihak. Oleh karena itu, kedatangan Ahok di persidangan sebagai orang yang merasa difitnah dalam kasus penodaan agama yang menjeratnya mendesak.

"Sekarang bukan difitnah lagi. Sudah inkrah. Apa yang disampaikan Buni Yani tidak bohong. Artinya yang bersangkutan harus datang. Harus mau saling dikonfirmasi, nanti Buni dibilang bohong. Kalau nggak datang, cuma dibacakan sepihak dong kesaksiannya. Jadi harus kita harapkan datang," kata Aldwin.

Meski demikian, Aldwin tak membantah jika pihak yang berhak mendatangkan Ahok dalam persidangan adalah jaksa penuntut umum (JPU).


Geram dengan Vandalisme, Djarot Bisa Seperti Ahok Jadi Pemarah

Buni Yani didakwa sebagai penyebar video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah 51. Perbuatan Buni Yani melanggar UU ITE.

Pengacara: Kalau Ahok Disuruh Nyangkul ya Nyangkul

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas