logo


Djarot Minta Penunggak Iuran Rusun Segera Sadar, Ada Banyak yang Antre dan Mau Bayar

Jika tidak, Pemprov DKI Jakarta akan bertindak tegas dengan melakukan pengusiran.

10 Agustus 2017 14:15 WIB

Seorang anak bermain ayunan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (26/2/2016).
Seorang anak bermain ayunan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (26/2/2016). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyayangkan sikap sejumlah penghuni rumah susun (rusun) yang menunggak pembayaran iuran. Menurutnya, di luar sana masih banyak warga yang mengantre untuk mendapatkan unit rusun dan bersedia membayar iurannya.

"Bayangkan ada sebelas ribu yang antre untuk dapat rusun. Setiap hari saya terima (keinginan) mereka minta rusun dan bersedia membayar," kata Djarot, di Balai Kota Jakarta, Kamis (10/8).

Djarot pun meminta penghuni rusun yang menunggak untuk segera sadar dan membayar iuran secepatnya agar dapat terus menghuni tempat tinggalnya tersebut. Jika tidak, Pemprov DKI Jakarta akan bertindak tegas dengan melakukan pengusiran.


Jakarta Selatan dan Pusat Kantongi Adipura, Djarot: Alhamdulilah

"Ya peraturannya memang begitu. Tiga bulan berturut-turut tidak bayar ya harus keluar. Ya sudah, usir. Masih banyak yang mau lho," kata Djarot. 

Surat teguran pertama sudah dilayangkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta pada 9 Agustus 2017 lalu. Jika penghuni masih belum membayar, surat teguran kedua pun akan dilayangkan hingga akhirnya akan dipasang segel di depan unit rusun mereka.

Jika masih mengelak setelah dipasangi segel, penghuni rusun yang menunggak akan kembali dikirimi surat teguran pertama dan kedua. Cara terakhir adalah pengosongan paksa yang rencananya akan dieksekusi September mendatang.

Simpang Susun Semanggi akan Dilengkapi CCTV, Saefullah: Saya Uber ke Rumah Kalau Masih Coret

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari