logo


Ingin Mendidik, Dirjen GTK Kemendikbud Lakukan Atraksi Sulap Penggandaan Uang

Peserta pertama memasukkan dua lembar uang pecahan lima ribu rupiah, sedangkan peserta kedua memasukkan dua lembar uang pecahan dua ribu rupiah.

10 Agustus 2017 11:20 WIB

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata. Ist

MEDAN, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata, melakukan atraksi sulap penggandaan uang dalam acara Bimbingan Teknis Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi Kepala Sekolah, di Medan, Sumatra Utara, Rabu (9/8).

Ia meminta partisipasi dua orang peserta untuk masing-masing memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop yang telah disediakan. Peserta pertama memasukkan dua lembar uang pecahan lima ribu rupiah, sedangkan peserta kedua memasukkan dua lembar uang pecahan dua ribu rupiah.

Setelah itu, Sumarna pun memulai aksinya. Isi kedua amplop tersebut masing-masing berubah menjadi dua lembar uang pecahan seratus ribu rupiah. 


Mendikbud: Sekolah Lima Hari untuk Pemenuhan Beban Kerja Guru

Ia kemudian menjelaskan kepada seluruh peserta bahwa amplop yang digunakannya telah didesain sedemikian rupa agar tidak terlihat ada amplop lain di dalamnya, yang memang telah diisi dengan uang pecahan bernominal lain.

Untuk itu, ia mengingatkan agar 147 peserta yang terdiri atas Kepala Sekolah SD dan SMP, tidak mudah terpancing iming-iming maupun janji-janji yang tidak logis. Jangan sampai menjadi korban tipu daya pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Jangan percaya saya bisa menggandakan uang. Kalau saya bisa, saya di rumah saja tidak perlu bekerja," kata Sumarna.

Menurutnya, seorang pendidik harus memiliki sikap kritis agar tidak mudah dibohongi. Berpikir kritis juga merupakan salah satu dari empat kompetensi yang harus dimiliki Kepala Sekolah. Sumarna juga berpesan agar kebiasaan berpikir kritis tersebut bisa ditularkan kepada para anak didik.

MAARIF Institute Sesalkan Adanya Politisasi Kebijakan Sekolah 8 Jam

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex