logo


Menuju Satu Abad Gontor

Petikan Pesan dan Nasehat Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal pada Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khuthbatul Arsy, Ahad pagi, 6 Agustus 2017....

9 Agustus 2017 18:00 WIB

Gontorgraphy - KH. Abdullah Sahal
Gontorgraphy - KH. Abdullah Sahal
dibaca 1137 x

Petikan Pesan dan Nasehat Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal pada Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khuthbatul Arsy, Ahad pagi, 6 Agustus 2017.

Apel Tahunan dan Khuthbatul Arsy tahun ini spesial dan luar biasa karena menuju ke Satu Abad Gontor.

Di atas kita hanya Allah dan di bawah kita hanya tanah. Jasad kita memang menapak di bumi namun hati kita berhubungan langsung dengan langit.
Buka mata, buka telinga luas-luas tapi jangan lupa untuk membuka hati dan nurani lebih luas. Ingatlah sindiran Allah bahwa yang buta bukanlah mata namun hati nurani.


Pondok Modern Gontor dan Homogenisasi Pendidikan

Banyak orang bertitel namun tidak berkualitas. Ada juga yang berkualitas walau tanpa titel. Maka jadilah orang yang bertitel dan berkualitas.
Hindarilah jauh-jauh sifat merasa “paling” diantara manusia. Paling besar, paling pintar, paling berkuasa, atau paling-paling yang lainnya.
Tidak berbudi orang tidak tahu budi. Tidak berbudi orang yang tidak tahu balas budi.

Mereka yang suka menghitung-hitung jasa justru yang tidak banyak berjasa atau sedikit jasanya.

Jangan terlalu takjub dengan apa yang ada diri kita. Bagaikan orang yang bermata satu yang bangga berada diantara orang-orang yang buta.
Amanah yang diberikan dan diestafetkan oleh para pendiri dengan ikhlas ini, harus kita tunaikan dengan ikhlas.

Kekuatan kebersamaan, keikhlasan dan pengorbanan akan membangkitkan semangat juang yang membara.

Batu pondasi walaupun ia terpendam, ia berjasa terhadap berdirinya gedung yang tinggi di atasnya. Maka jangan remehkan nilai-nilai dan jiwa-jiwa yang diwariskan oleh para pendahulu.

GONTOR MENCERDASKAN KEHIDUPAN UMAT BERSATU MEMBINA BANGSA

Keterbukaan YES. Intervensi NO. Segala bentuk intervensi terhadap kebijakan pondok adalah kedzaliman. Watak modern pasti sistemnya modern tapi yang sistemnya modern belum tentu berwatak modern.

Hindarilah sifat dan mental sampah perjuangan yang hanya memikirkan apa yang saya dapatkan.

Berani hidup tak takut mati. Takut mati jangan hidup. Takut hidup mati saja. Hidup sekali hiduplah yang berarti.

Tidak boleh sekali-kali ada ide, gagasan, cita-cita yang menyimpang dari bingkai piagam penyerahan wakaf. Pondok menjadi benteng terhadap sifat egoisme, materialisme, hedonisme dan isme-isme yang lainnya.

Di pondok ini kita melakukan sakralisasi kehidupan sehingga nanti jangan sampai ada santri yang hanyut oleh gelombang-gelombang najis anti agama, anti Islam ataupun anti kemanusiaan.

Di pondok terjadi Amanatul Ilmi dan Ikramul Ilmi yang menghasilkan Barakatul Ilmi. Pondok adalah tempat beramal dan beribadah. Bukan yang lain. Yang membuat pondok ini maju adalah faktor internalnya bukan dari faktor eksternal.

Ditulis oleh: Mulai Menulis

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Kemuliaan Sikap Hidup Masih Subur di Gontor

Halaman: 
Admin : Syukron Fadillah