logo


Kronologi Petani Korban Peluru Nyasar TNI AU di Malang

Ia diketahui sempat berjalan untuk meminta pertolongan warga sekitar dengan wajah yang bersimbah darah.

9 Agustus 2017 07:15 WIB

Ilustrasi senjata api dan amunisi.
Ilustrasi senjata api dan amunisi. Shutterstock

MALANG, JITUNEWS.COM - Kasus peluru nyasar menimpa seorang petani di Malang Jawa Timur. Buwaei, yang merupakan warga dusun Paket RT 05/RW 03 Desa Baturetno, Kec Singosari, Malang. Ia terkena peluru yang diduga kuat berasal dari pantulan tembakan, ketika sedang berada di lahan dekat lapangan tembak TNI Angkatan Udara (TNI AU) Gondomayit, Landasan Udara Abdurahman Saleh.

Korban menderita luka berdarah di bagian pipi dan area sekitar mulutnya. Ia diketahui sempat berjalan untuk meminta pertolongan warga sekitar dengan wajah yang bersimbah darah.

Menurut kronologi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI, Jemi Trisonjaya M.Tr (Han), latihan menembak berjalan seperti biasa hingga akhirnya seorang aparat desa bernama Bapak Sumardi menyampaikan kabar ada seorang warga ada yang terkena luka akibat rekoset atau pantulan tembakan yang mengenai pipi kanan. Korban pun telah diamankan di kediaman Kepala Desa Baturetno. 


Pakar: Tidak Ada Kerugian Negara dalam Pengadaan Heli AW 101

"Lettu Lek Wawi yang menerima informasi tersebut langsung menghentikan kegiatan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Pjs. Pasintel Yonko 464 Paskhas. Kemudian Komandan Yonko 464 Mayor Pas M. Munir bersama Pasintel segera mengamankan lokasi kejadian guna penyelidikan lebih lanjut," demikian bunyi keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu (9/8).

Petugas provost dan kesehatan langsung dikirim ke kediaman Kepala Desa namun sayang nyawa korban tidak tertolong. Korban dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut ibu Kasiyati (orang pertama yang menemukan korban di tempat kejadian), mengatakan bahwa korban telah lama menjadi tuna rungu. Saat ditemukan, korban berada di sekitar area antara lapangan tembak dengan Dusun Pakel dalam kondisi terluka parah sedang jalan sempoyongan. 

Selanjutnya, ibu Kasiyati membantu untuk jalan pulang ke rumahnya di Dusun Pakel Desa Baturetno Ke. Singosari yang berjarak kira-kira 500 meter.

TNI AU mengaku akan bertanggung jawab dan menanggung segala biaya prosesi pemakaman serta kegiatan doa bagi pelayat dan keluarga.

Kasau Pimpin Ziarah ke Monumen Perjuangan TNI AU

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari