logo


Bicarakan Dampak Medsos, Presiden: Tolong Berhati-hati Kalau Buat Status

Presiden berpesan untuk terlebih dahulu memikirkan dampak yang kemungkinan akan muncul setelah status di medsos tersebut ter-published.

8 Agustus 2017 15:04 WIB

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo. Setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Jokowi mengingatkan para generasi muda Indonesia untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) yang kini semakin mewabah seiring perkembangan teknologi yang semakin maju. 

Medsos, jika digunakan secara bijak, tentu akan membawa sejumlah manfaat positif. Akan tetapi, jika digunakan dengan sembarangan, bisa saja malah memicu konflik dan fitnah. Bahkan, dapat melukai perasaan orang lain.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau agar para remaja berhati-hati sebelum menulis status di medsos. Presiden yang juga suka nge-vlog tersebut berpesan untuk terlebih dahulu memikirkan dampak yang kemungkinan akan muncul setelah status tersebut ter-published.


Singgung SNSD dengan Ucapan Kasar, Elly Akhirnya Minta Maaf

"Yang namanya media sosial, terutama remaja-remaja kita, hati-hati kalau membuat status. Apakah bisa menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan orang lain sakit hati?" kata Presiden Jokowi, di acara peresmian Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional tingkat remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Selasa (8/8).

Jari-jari pengguna medsos, menurut Presiden Jokowi, sudah selayaknya dikontrol dengan benar. Terlebih lagi, saat ini para pengguna dunia maya mudah terpancing untuk mencela dan menjelekkan suatu hal begitu saja tanpa dipikir terlebih dahulu.

"Apalagi niatnya langsung ingin mencela, mencemooh, atau menjelekkan," tambahnya.

Bahas Kelangkaan Garam, Menteri Susi dan Sandiaga Saling Berbalas Tweet

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari