logo


PT Pertamina Hulu Mahakam Mulai Pengeboran Sumur Pertama

Sumur pertama PHM dengan nama TN-N74 dan TN-N75 ini memiliki kedalaman sekitar 1.078 m, dengan tipe arsitektur komplesi sumur SAT (Shallow Architecture Tubingless).

8 Agustus 2017 10:26 WIB

Pengeboran minyak.
Pengeboran minyak. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah melakukan tajak (spud) pengeboran sumur PHM pertama di lapangan Tunu dalam Wilayah Kerja Mahakam, yang dikerjakan oleh Total E&P Indonésie (TEPI) atas biaya PHM pada tanggal 16 Juli 2017 lalu.

Sumur pertama PHM dengan nama TN-N74 dan TN-N75 ini memiliki kedalaman sekitar 1.078 m, dengan tipe arsitektur komplesi sumur SAT (Shallow Architecture Tubingless). Diperkirakan, pengerjaan sumur tersebut akan memakan waktu sekitar 13 hari.

PT PHM sendiri telah ditunjuk oleh Pemerintah menjadi pengelola Wilayah Kerja Mahakam, efektif per 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan TEPI tanggal 31 Desember 2017.


PT Pertamina EP Awali Tahun Baru 2017 Dengan Pemboran 2 Sumur Baru

"Sebagai upaya PHM untuk menjaga tingkat produksi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Mahakam, PHM merencanakan pengeboran 14 sampai dengan 15 sumur selama tahun ini. Yaitu pada lapangan Tunu, Tambora, dan Handil," beber Adiatma Sardjito, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), dalam siaran resminya, Senin (7/8).

Berdasarkan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract) yang ditandatangani PHM dengan SKK Migas tanggal 29 Desember 2015, PHM berhak melakukan pembiayaan atas kegiatan operasi minyak dan gas bumi yang diperlukan.

"Kesepakatan tersebut berlaku sejak tanggal ditandatanganinya kontrak sampai dengan tanggal efektif kontrak tanggal 1 Januari 2018, yang pelaksanaannya dilakukan oleh TEPI," pungkas Adiatma.

 

PT Pertamina EP Sosialisasikan Rencana Kegiatan Perawatan Sumur Tapen 3

Halaman: 
Penulis : Riana