logo


Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan Miryam, Persidangan Tetap Bergulir

Diketahui sebelumnya, Miryam mengajukan nota keberatan atas perkara yang menimpanya.

7 Agustus 2017 15:28 WIB

Miryam S Haryani.
Miryam S Haryani. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menolak nota keberatan yang diajukan Miryam S. Haryani terhadap dakwaan jaksa KPK. Oleh karena itu, persidangan Miryam terkait pemberian keterangan palsu dalam kasus korupsi e-KTP akan tetap bergulir.

"Menolak keberatan tim penasihat hukum Miryam S. Haryani untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim, Franky Tambuwun, saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (7/8).

"Surat dakwaan telah memenuhi Pasal 143 Ayat 2 huruf a dan b KUHAP. Sah menurut hukum dan dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara," lanjutnya.


KPK Mengklaim Punya Bukti Keterlibatan Ganjar Pranowo di Kasus e-KTP

Seperti diketahui, Miryam mengajukan nota keberatan atas perkara yang menimpanya. Menurutnya, perkara pemberian keterangan palsu tersebut harusnya tidak masuk ke ranah Tipikor, melainkan ranah peradilan umum. 

Selain itu, Miryam juga mengajukan keberatan lantaran kasus e-KTP, yang menjadi akar ditetapkannya dirinya sebagai tersangka, belum memiliki kekuatan hukum yang tetap. 

Dengan ditolaknya seluruh nota keberatan Miryam, Majelis Hakim berhak melanjutkan proses hukum ke tahapan selanjutnya.

"Karena ditolak, maka persidangan harus dilanjutkan," kata Franky.

Miryam menjadi tersangka lantaran disebut telah memberikan keterangan tidak benar saat menjadi saksi pada sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

Dua Terdakwa e-KTP Hadapi Vonis Majelis Hakim

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari