logo


Kritik KPK Lakukan OTT di Lingkup Desa, Fahri: Urus Saja RS Sumber Waras

Menurut Fahri, KPK sebaiknya fokus terhadap kasus-kasus korupsi yang berpotensi rugikan negara dalam jumlah yang sangat besar.

7 Agustus 2017 10:14 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, turut mengomentari sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pamekasan, Madura, belum lama ini. Menurutnya, langkah tersebut tidak berbeda jauh dengan program ABRI Masuk Desa.

"Itu namanya KPK masuk desa. Dulu ABRI masuk desa, sekarang KPK masuk desa," kata Fahri, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (6/8).

Supervisi KPK di daerah, lanjut Fahri, seharusnya tidak perlu sampai melakukan fungsi penangkapan. Untuk menangani korupsi di daerah, KPK harusnya bisa memberi petunjuk kepada aparat di daerah yang bersangkutan. KPK sebaiknya fokus terhadap kasus-kasus korupsi yang berpotensi rugikan negara dalam jumlah yang sangat besar.


Pasca OTT, KPK Segel Ruang Inspektorat dan Kejari Pamekasan Madura

"Supervisi tidak perlu menangkap, supervisi bisa kasih ke petugas lain," tambahnya.

Fahri juga menyebut kerugian negara akibat kasus di Pamekasan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan KPK untuk menangani kasus tersebut.

Oleh karena itu, ia pun meminta KPK lebih fokus mengurus kasus dugaan korupsi besar seperti RS Sumber Waras. 

"Jangan jadi pahlawan, tembak sana tembak sini, tangkap sana tangkap sini. Urus saja RS Sumber Waras. Yang gede ditinggal, yang kecil ditangkapin," katanya.

Minta KPK Tak Tebang Pilih, Jaksa Agung: Apa di Tempat Lain Sebersih Kapas?

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari