logo


"Viktor Jangan Sampai Jadi Ahok Kedua"

Fadli sangat menyesalkan tuduhan fitnah yang dilontarkan Viktor terhadap Gerindra

6 Agustus 2017 05:45 WIB

Viktor Laiskodat.
Viktor Laiskodat. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, turut menyesalkan pernyataan Ketua Fraksi Partai Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang dinilainya memprovokasi dengan menyebut sejumlah partai pendukung ekstremisme dan khilafah. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak layak keluar dari mulut seorang ketua fraksi di DPR.

Fadli lantas membandingkan kasus video Viktor seperti kasus yang terjadi pada mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia pun memperingatkan Viktor agar tidak menjadi Ahok kedua, di mana berbicara tetapi bukan dalam kapasitasnya.

"Kita lihat sendiri dalam kasus seperti ini kan tidak beda dengan apa yang dilakukan saudara Ahok. Jangan sampai ini jadi Ahok kedua, karena memicu seorang yang bukan ahlinya bicara tentang negara khilafah kemudian menunjuk hidung partai tertentu," tegas Fadli di Jakarta, Sabtu (5/8).


Selain Gerindra, PAN Juga Laporkan Viktor Laiskodat Terkait Penodaan Agama

Wakil Ketua DPR ini menegaskan, Gerindra berasal dari kata Gerakan Indonesia Raya. Dirinya mengklaim, dari nama yang digunakan saja jauh lebih nasionalis ketimbang NasDem.

"Tujuan kami adalah menegakkan Indonesia raya. Dari awal lihat saja manifestonya. Jadi saya kira Partai Gerindra jauh lebih nasionalis di republik ini," tuturnya.

Maka itu, Fadli sangat menyesalkan tuduhan fitnah yang dilontarkan Viktor terhadap Gerindra dalam video tersebut. 

"Tentu artinya kita sudah tahu siapa ini siapa yang memprovokasi siapa, siapa yang memprovokasi massa. Siapa yang selalu menabur angin, ya pasti akan menuai badai," pungkasnya.

Soal Pidato Viktor, Jusuf Kalla: Proses Hukum Saja

Halaman: 
Penulis : Riana