logo


Pengamat Sebut Bertambahnya Utang di Rezim Jokowi Bahayakan Negara

Peneliti Ekonomi-Politik dari Universitas Paramadina, DR. Herdi Syahrazad mengatakan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil oleh Jokowi dan Sri Mulayani membahayakan Negara.

5 Agustus 2017 15:32 WIB

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6) petang.
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6) petang. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Selama 2,5 tahun memimpin Indonesia, rezim Jokowi sudah menambah utang negara sebesar Rp 1000 Triliun. Pemerintah mengklaim bertambahnya utang lantaran digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digenjot.

Peneliti Ekonomi-Politik dari Universitas Paramadina, DR. Herdi Syahrazad menilai bahwa kebijakan ekonomi pada era Jokowi dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berpotensi membahayakan negara. Hal itu ia sampaikan dalam acara diskusi Jaringan Aktivis Pro Demokrasi yang bertajuk 'Utang Kotor SMI'.

"Kami tidak bermaksud ingin menggurui, tapi saya harus jujur mengatakan bahwa masalah yang paling mendasar dari problem perekonomian ini karena otak Jokowi yang tidak sampai," ucapnya.


Mengapa Panglima TNI Menyebut Dirinya Provokator di Rapimnas Hanura?

"Jadi meski Jokowi dipilih rakyat, tapi otaknya gak nyampek dengan soal yang beginian. Makanya dia manggut-manggut saja dengan kebijakan yang diambil Sri Mulyani," lanjutnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa permasalahan ekonomi yang membelit rezim Jokowi ini karena pemerintah menganut Neoliberalisme dan kinerja yang merosot serta monoton.

"Jadi Neoliberalisme dan Kapitalisme lah yang membuat pemerintah ini gagal menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," terangnya.

Pastikan Tak Maju Pilpres, JK Ramalkan Ada Tiga Pasang Calon

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari