logo


Beberapa Hari Terakhir Panglima TNI Mengaku Stres

Mengutip pernyataan Soekarno maka Gatot mengingatkan agar masyarakat Indonesia menjaga kekayaan alamnya jika tak ingin direbut oleh negara lain.

5 Agustus 2017 08:30 WIB

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7).
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7). Puspen TNI

KUTA, JITUNEWS.COM - Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Prtai Hati Nurani (Hanura) I, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menunjukan sisi lain dirinya. Setelah umpatan sebagai provokator, Panglima juga mengaku stres dalam beberapa hari terakhir.

"Terus terang beberapa hari ini saya stress," kata Panglima di Kuta, Bali, Jumat (4/8).

Dengan bergurau dan gurauan itu ditujukan untuk Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Panglima Gatot mengaku stres karena harus menjadi pembicara dalam Rapimnas Hanura.


Semua Harus Aktif Jaga Sumber Daya Alam Indonesia

"Karena kalau Pak OSO ngasih perintah sama saya hampir setiap hari tuh diancam terus," ujarnya disusul tawa peserta
rapimnas.

Masih soal urusan ancaman OSO yang sebetulnya hanyalah gurauan, Gatot mengaku bahwa ancaman kepada dirinya hadir dalam rapat dengar pendapat di KOmisi DPR. Ancaman tersebut melalui Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon yang merupakan anggota Komisi I DPR RI.

"Begitu ada RDP di Komisi I, langsung nyuruh ketua fraksinya lagi, ngancem lagi. Kalau sudah ke Komisi I susah juga. Tapi saya bersyukur bisa di sini" tutur Gatot.

Dalam kesempatan itu, Gatot menyampaikan materi pidato yang berisikan tentang kompetisi global yang membuat bangsa lain di duni iri akan kekayaan Indonesia.

Mengutip pernyataan Soekarno maka Gatot mengingatkan agar masyarakat Indonesia menjaga kekayaan alamnya jika tak ingin direbut oleh negara lain. Hal itu juga telah ditegaskan berkali-kali oleh Presiden Joko Widodo serta tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Kita sekarang sebagai penikmat jangan mengkhianati itu. Kita bersatu padu menjaga agar tetap bangsa ini utuh," ujar Gatot.

Mengapa Panglima TNI Menyebut Dirinya Provokator di Rapimnas Hanura?

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah