logo


Mengapa Panglima TNI Menyebut Dirinya Provokator di Rapimnas Hanura?

Dalam Rapimnas Hanura itu, Jenderal Gatot mengingatkan ucapan Soekarno terkait kekayaan Indonesia yang bakal membuat iri bangsa-bangsa di dunia.

5 Agustus 2017 08:00 WIB

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. Joko Widodo, di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Penjambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6).
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. Joko Widodo, di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Penjambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6). Puspen TNI

KUTA, JITUNEWS.COM - Ada yang menarik dari pidato sambutan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Hati Nurani (Hanura). Di depan para kader Hanura dan tamu yang hadir, Jenderal Gatot menyatakan bahwa kemanapun ia melangkah dirinya kerap menjadi provokator.

"Saya diundang oleh Hanura untuk bicara di sini. Satu misi Hanura adalah mewujudkan kemandirian negara dan kesejahteraan masyarakat. Ini kan suatu tujuan yang mulia dan kemudian saya ke mari dan ke mana-mana untuk menjadi provokator," demikian ungkap Gatot di Rapimnas Hanura I di The Stone Hotel Kuta (4/8).

Ternyata maksud 'menjadi provokator' itu adalah dalam upaya sang jenderal untuk terus mengingatkan akan kemandirian bangsa.


Di Rapimnas Hanura, Jokowi Bicara Soal Pertumbuhan Ekonomi

Gatot menambahkan, segala kegiatannya selama ini tak pernah berhenti untuk terus mengingatkan atas ancaman bagi bangsa Indonesia. Termasuk yang kerap diutarakan Presiden Joko Widodo bahwa dewasa ini masyarakat tanah air hidup di tengah-tengah kepungan kompetisi global.

"Persaingan antar-negara. Semuanya mencari makan, mencari minyak, mencari hidup dan anugerah Tuhan, negara ini berada di Khatulistiwa,"
kata Gatot.

Dalam Rapimnas Hanura itu, Jenderal Gatot mengingatkan ucapan Soekarno terkait kekayaan Indonesia yang bakal membuat iri bangsa-bangsa di dunia.

"Bung Karno pernah mengingatkan kepada kita semuanya, kekayaan alam Indonesia suatu saat akan membuat negara-negara di dunia iri. Itu Bung Karno menyampaikan," sahutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jokowi ketika kali pertama dilantik sebagai Presiden.

"Pak Jokowi waktu disumpah juga mengingatkan akan kekayaan sumber daya alam bisa menjadi petaka buat kita kalau kita tidak hati-hati. Dua kata kunci inilah yang saya mengingatkan ke mana-mana," urainya.

Semua Harus Aktif Jaga Sumber Daya Alam Indonesia

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah