logo


Dirjen Ketenagalistrikan: Subsidi Listrik Tetap Rp 51 Triliun pada 2017

Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menalangi terlebih dahulu sisa dana subsidi yang belum diberikan pemerintah

5 Agustus 2017 06:30 WIB

Konferensi pers Evaluasi Kinerja Semester I Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE), di Ruang Damar, Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/8)
Konferensi pers Evaluasi Kinerja Semester I Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE), di Ruang Damar, Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/8) Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng menerangkan bahwa, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menalangi terlebih dahulu sisa dana subsidi yang belum diberikan pemerintah, (atau kurang lebih sekitar Rp 5,63 triliun). Pemerintah selanjutnya akan mengganti kekurangan subsidi tersebut pada 2018 mendatang.

Hal di atas terkait dengan rencana Pemerintah RI melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan subsidi listrik tahun 2017 tetap diberikan sebesar Rp 51 triliun. Walaupun dalam APBN-P 2017 yang disahkan dalam sidang paripurna DPR 2017 lalu hanya ditetapkan sebesar Rp 45,37 triliun.

"Subsidi listrik menjadi tetap Rp51 triliun di 2017. Lalu sisa Rp5 triliun sekian itu di-carry over di tahun 2018," terang Sommeng, dalam konferensi pers Evaluasi Kinerja Semester I Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE), di Ruang Damar, Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/8).


DEN Dorong Pemerintah Implementasikan Kebijakan Mobil Listrik

Lanjut Sommeng, anggaran tambahan subsidi tersebut diperuntukkan bagi tambahan pelanggan 900 VA yang layak disubsidi. Karena, dalam pendataan ulang PLN dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) ada tambahan 2,44 juta pelanggan yang berhak setelah didata ulang (atau dari sebelumnya yang berhak hanya 4,1 juta, red). Sehingga, total pelanggan 900 VA yang berhak disubsidi tahun 2017 yakni sebanyak 6,54 juta pelanggan.

"Dengan tambahan 2,44 totalnya jadi enam sekian. Jadi total itu tetap Rp 51 T sebenarnya," tambah Sommeng.

Untuk diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, alasan pemerintah tidak mengabulkan permintaan tambahan subsidi listrik sebesar Rp7 triliun dalam RAPBN-P 2017. Menkeu menyebut hal ini menimbang dari sisi keseluruhan postur kemampuan penerimaan pajak dan kemampuan alokasi belanja negara. Dalam rincian belanja pemerintah pusat di APBN-P 2017, subsidi listrik tercatat sebesar Rp 45,37 triliun atau naik tipis dari usulan semula dalam APBN 2017 yang sebesar Rp 44,98 triliun.

Realisasi Tambahan Pembangkit Listrik Semester I-2017 Capai 1.361,6 ‎MW

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Aurora Denata