logo


Pidato Viktor Tak Ubahnya Pembunuhan Karakter Terhadap Parpol Penolak Perppu Ormas

Puncak pidato Viktor tdi hadapan masyarakat NTT tersebut adalah tidak lagi memilih keempat partai tersebut dalam pemilihan kepala daerah selanjutnya.

4 Agustus 2017 09:49 WIB

Viktor Laiskodat
Viktor Laiskodat istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Nasional Demokrat (NasDem) menuai kecaman setelah ketua fraksinya, Viktor Laiskodat, menyampaikan pidato yang berbau SARA juga menyerang partai politik lain.

Dalam pidato Viktor yang disampaikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN adalah partai politik ayng intoleran dan cenderung mendukung ideologi khilafah. Pidato itu pun sontak menjadi kontroversi.

Politisi Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, pidato tersebut berbabu SARA dan juga fitnah.


Tanggapan PAN Terkait Tudingan Intoleran dari Politisi Nasdem

"Pernyataan ketua Fraksi Partai NasDem dalam pidato di NTT telah masuk ranah SARA, juga fitnah yang kejam pada Gerindra. Provokasi bodoh dan murahan," demikian ungkap Fadli Zon dalam akun twitternya, Jumat (4/7).

Puncak pidato Viktor tdi hadapan masyarakat NTT tersebut adalah tidak lagi memilih keempat partai tersebut dalam pemilihan kepala daerah selanjutnya. Alasan Viktor karena partai-partai tersebut cenderung tidak mendukung keberagaman.

Sejauh ini pihak NasDem atau pun Viktor sendiri belum mengeluarkan tanggapan atas pidato kontroversi tersebut. Meskipun, tak hanya Gerindra, ketiga partai lain yang disebut-sebut Viktor itu telah menyerukan protes.

Pihak Demokrat melalui Ketua DPP Benny Kabur Harman menilai, langkah Viktor tersebut seperti halnya pembunuhan karakter terhadap partai politik yang enggan mendukung Perppu Ormas.

"Tuduhan bahwa PD adalah salah satu Parpol yang pada tingkat nasional tidak mendukung Perppu Pembubaran Ormas Radikal sehingga harus "dibunuh" di NTT adalah upaya sistematis dari kekuatan politik tertentu untuk menghancurkan kredibilitas PD di NTT khususnya dan di tingkat nasional umumnya," kata Ketua DPP PD Benny K Harman dalam pernyataan tertulisnya.

Dituding Sebagai Pendukung Ormas Radikal dan Layak Dibunuh, Partai Demokrat Geram

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah