logo


Jangan Pernah Main-Main dengan Campak Rubella

Imunisasi campak dan rubella dapat memberikan kekebalan yang sangat tinggi, hingga lebih dari 90 persen. Namun vaksinasi harus dilakukan berulang.

3 Agustus 2017 15:10 WIB

Ilustrasi imunisasi.
Ilustrasi imunisasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mulai tanggal 1 Agustus kemarin, pemerintah telah melaksanakan imunisasi nasional vaksin gratis Campak dan Rubella. Vaksinasi akan diberikan di sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di enam provinsi di pulau Jawa.

Sementara di luar Pulau Jawa juga bakal dilaksanakan tahun depan. Merujuk data Kementerian Kesehatan, sasaran dari program imunisasi ini 75 persen di antaranya berusia 7-15 tahun. Sisanya berusia enam tahun ke bawah.

Lalu mengapa imunisasi ini penting?

Masyarakat khususnya para orang tua banyak yang belum mengetahui efektivitas vaksinasi Campak dan Rubella bagi kita sehingga harus diberikan secara berulang. Imunisasi campak dan rubella dapat memberikan kekebalan yang sangat tinggi, hingga lebih dari 90 persen. Namun vaksinasi harus dilakukan berulang.

Tidak cukup waktu kecil saja, perlu ada pengulangan. Masalah yang terjadi di Indonesia banyak orang tua yang lupa bahwa setelah masuk sekolah harus diulangi lagi vaksinnya. Virus campak dan rubella tak dapat dihindari jika anak-anak belum kebal terhadap virusnya.

Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi, mengatakan, Rubella merupakan campak Jerman yang seringkali tidak menimbulkan gejala. Banyak masyarakat belum familiar dengan virus tersebut.

Tanda-tandanya mirip seperti campak tetapi lebih ringan.

"Tidak bergejala, jadi orang tidak tahu. Campak dan rubella ini dua-dua virusnya menyerang anak, penyakit anak. Kalau tidak diintervensi sebelum 15 tahun, kami khawatir ibu hamil yang terinfeksi bisa menyebabkan cacat bawaan pada buah hatinya," kata dia.

Sayangnya, kata Jane, vaksin campak dan rubella dalam 20 tahun terakhir masih impor dan hanya bisa dibeli oleh kalangan menengah ke atas.

Dengan adanya vaksin tersebut, virus rubella pun menurun.

"Virus campak dan rubella hanya ada di tubuh manusia. Imunisasi itu menyebabkan virus menurun tapi bolong-bolong, enggak rata, hanya diberikan kepada masyarakat menengah ke atas. Karena itu ayo bertekad bebaskan virus ini tahun 2020," katanya.

Berikut ini adalah video tentang pengakuan para orang tua yang anaknya terkena penyakit campak dan rubella.


Presiden Ingatkan Pentingnya Imunisasi Measles-Rubella

MenkoPMK : Tahun 2020 Anak-Anak Indonesia Terlindung dari Campak Rubella

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas