logo


"Secara Moral Politik, Seharusnya Prabowo Meminta Maaf Kepada Megawati, Bukan Arief"

Petrus juga menilai, permintaan maaf Arief seolah-olah tindakan yang bersifat memfitnah, itu sebagai tindakan pribadi yang bisa saja bermaksud kampanye hitam yang menyudutkan PDI Perjuangan.

3 Agustus 2017 13:31 WIB

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, mendesak Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, untuk segera "meminta maaf kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan", terkait ulah anak buahnya yang juga Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono, yang mengatakan, 'Wajar PDIP disamakan dengan PKI karena Menipu Rakyat'. 

Petrus menilai, tidak cukup Arief Poyuono meminta maaf dengan bermodalkan materai seharga Rp 6000. 

HT Sudah Putar Haluan, Fahri: Apa Presiden Berani Berkata Hukum Jalan Terus?


Soal 'Wajar PDIP Disebut PKI', Arief: Saya Bela Perkataan Prabowo di Cikeas

"Dengan telah menyebut institusi, maka Partai Gerindra secara moral politik, seharusnya Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum meminta maaf kepada Megawati Soekarnoputri dan para kadernya. Karena yang berhak bertindak untuk dan atas nama partai ke dalam dan ke luar adalah Ketua Umum DPP Partai, dalam hal ini adalah pak Prabowo Subianto, bukan Wakil Ketua Umum, Arief Poyuono," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/8).  

Tora Sudiro dan Istri Ditangkap Terkait Narkoba

Lebih lanjut, Petrus mengatakan bahwa permintaan maaf Arief mengatasnamakan Wakil Ketua Umum Gerindra secara adat ketimuran dan secara organisatoris hanya melahirkan fitnah baru. 

Keputusan Perindo Dukung Jokowi, Poros Cikeas dan Hambalang Lagi-Lagi Kena 'Skak'

Alasannya adalah, kata dia, permintaan maaf itu tanpa didahului dengan pertemuan musyawarah antara DPP Gerindra dan DPP PDI Perjuangan yang diinisiasi oleh Prabowo selaku Ketua Umum. 

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Arief Poyuono: Biarin Saja, Saya Sudah Klarifikasi

Petrus juga menilai, permintaan maaf Arief atas tindakan yang bersifat memfitnah itu seolah-olah tindakan pribadi yang bisa saja bermaksud kampanye hitam yang menyudutkan PDI Perjuangan.

Bersenggolan, Sayap Dua Pesawat Lion Group Sama-Sama Rusak

Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Versi Komnas Perempuan

"Ini jelas tidak jujur dan tidak fair. Sebab, tindakan yang diduga memfitnah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan seluruh kadernya itu dilakukan dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, bukan pribadi," pungkas Petrus.

PDIP Disamakan dengan PKI, Begini Respons Megawati

Halaman: 
Penulis : Riana