logo


Ini Poin-poin Penting Pertemuan Menkominfo dengan Perwakilan Facebook

Kominfo mendesak Facebook agar lebih berperan aktif dalam mengurangi konten negatif dan berharap memiliki tim pengawas agar lebih cepat mengenali temuan konten negatif di Indonesia.

2 Agustus 2017 15:16 WIB

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (2/8).
Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (2/8). Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, melakukan pertemuan dengan perwakilan Facebook Asia Pacific, Jeff Wu, di Hotel Grand Hyatt, Rabu (2/8) siang.

Pertemuan itu melanjutkan koordinasi yang secara terus-menerus dilakukan antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Facebook, khususnya peningkatan dalam Service Level Agreement (SLA) penanganan Konten negatif antara Facebook dengan Kementerian Kominfo.

Hal ini mengingat sangat dibutuhkannya intensitas yang tinggi dalam penanganan konten radikalisme/terorisme serta pornografi anak (child pornography) dan ujaran kebencian (hate speech).


Resahkan Masyarakat, Kominfo Tegas Tutup dan Usir Facebook dari Indonesia

Jeff Wu menegaskan bahwa Facebook akan melakukan perbaikan dalam penanganan konten negatif di Indonesia, antara lain dengan cara menunjuk orang Indonesia sebagai perwakilan yang ditempatkan di Facebook untuk penanganan terkait konten negatif. Di masa mendatang, perwakilan tersebut akan didukung oleh tim yang akan membantu dalam hal penanganan konten negatif.

Pada pertemuan pagi tersebut juga sedikit disinggung mengenai rencana pembukaan kantor Facebook di Indonesia yang akan diresmikan Bulan Agustus dan perlunya penyesuaian ketepatan lingkup bidang usaha bagi Facebook untuk kehadiran layanannya di Indonesia.

Pertemuan hari ini dilanjutkan antara Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan, dengan Facebook di kantor Kominfo di Jalan Merdeka Barat. Dirjen Aplikasi Informatika menjelaskan bahwa Facebook melaporkan adanya fitur baru Geoblocking yang dapat mengendalikan konten negatif khusus di Indonesia.

“Dengan adanya fitur Geoblocking ini nantinya akan ada konten yang memang tidak bisa diakses khusus di Indonesia. Selain itu Facebook juga akan membuat algoritma khusus untuk Indonesia,” jelasnya kepada Jitunews.com, di Jakarta, Rabu (2/8) siang.

Semmy melanjutkan bahwa pihaknya sangat intensif dalam menangani konten-konten bermuatan radikal dan terrorisme. Oleh karena itu, Kominfo mengundang semua penyelenggara dan penyedia aplikasi media sosial.

"Meski kami sudah sering bertemu namun kita terus memperkuat koordinasi untuk mendapatkan penanganan yang semakin responsif. Para penyedia media sosial perlu mendapatkan update dari Kementerian Kominfo untuk kemudian ditekankan penanganan yang responsif di sisi penyedia layanan media sosial," tutur Semmy menambahkan.

Kominfo juga mendesak Facebook agar lebih berperan aktif dalam mengurangi konten negatif dan berharap memiliki tim pengawas agar lebih cepat mengenali temuan konten negatif di Indonesia. Selain itu diperlukan kerjasama intens antara pemerintah Indonesia dan Facebook dalam penanganan hoax.

“Penanganan hoax ini kontekstual, karena membutuhkan pihak yang bisa menentukan ini hoax atau tidak secara cepat. Yang bisa kita lakukan adalah dengan adanya tim terpadu untuk memantau sekaligus memberi masukan dalam menentukan konten negatif di Indonesia,” tutup Semmy.

Facebook Perkenalkan Fitur Untuk Mencegah Pencurian Foto Profil

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Riana