logo


Zikir Kebangsaan, Pertama Kali Digelar di Era Jokowi

Dia menyebut Zikir Kebangsaan baru pertama digelar di era Jokowi

1 Agustus 2017 21:21 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara Zikir Kebangsaan yang digelar di Istana Merdeka, Selasa (1/8). Acara tersebut dihadiri sekitar 1000 ulama.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Raden Harmoko, juara 1 MTQ Internasional di Irak tahun 2016. Acara Zikir Kebangsaan juga dimeriahkan oleh beberapa penyanyi, di antaranya grup musik Debu dan Nasyid Senada.

Ketua Umum Majelis Zikir Hubbul Wattan, KH Mustofa, mengatakan bahwa acara zikir digelar di Istana Merdeka baru pertama kali ini terjadi.


Fadli Zon: Tidak Tepat Gunakan Threshold yang Pernah Dipakai

"Beliau inisiator dan penasehat Majelis Zikir Hubbul Watan. Saya menghaturkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam Zikir Kebangsaan ini. Terkhusus kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memfasilitasi acara di Istana Merdeka ini," ujar KH Mustofa saat memberi sambutan.

Dia menyebut Zikir Kebangsaan baru pertama digelar di era Jokowi. KH Mustofa berharap acara seperti ini bisa mempererat silaturahmi.

"Dalam sejarah, baru ada zikir di Istana, baru ada di zaman Pak Jokowi. Mewakili panitia saya mohon maaf apabila dalam acara ini masih ada kekurangan. Saya berharap Zikir Kebangsaan ini menjadi alat silaturahmi. Semoga persoalan bangsa bisa teratasi," lanjutnya.

Ma'ruf Amin berharap acara Zikir Kebangsaan rutin digelar setiap bulan Agustus. Acara yang digelar di Istana Merdeka ini dimaksudkan untuk mensyukuri nikmat Allah yang memberikan kemerdekaan di negara Indonesia.

"Malam ini dimaksudkan untuk mensyukuri nikmat kepada kita. Kita bersyukur Allah telah memberikan nikmat kemerdekaan," ucap Kiai Ma'ruf.

"Malam ini kita mengetuk pintu langit agar dapat berkat rahmat Allah agar negara kita ini aman dan damai. Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan apa yang kita inginkan," ucap Ma'ruf.

Seribu Ulama Hadiri Zikir Kebangsaan di Istana Merdeka

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata