logo


Tim Sinkronisasi Sebut Reklamasi Tak Melindungi Jakarta dari Banjir, Diperlukan karena Biaya

Marco menyebut jika tanggul pantai dapat mencegah penurunan tanah, maka pembangunan tanggul laut raksasa dapat ditunda

1 Agustus 2017 16:51 WIB

Proyek Reklamasi Teluk Jakarta.
Proyek Reklamasi Teluk Jakarta. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap berkomitmen untuk menghentikan reklamasi. Anggota tim sinkronisasi, Marco Kusumawijaya, mengatakan tetap mendukung pemerintah pusat untuk melakukan program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National capital Integrated Coastal Development (NCICD).

"Sudah jelas kita tidak ada perubahan posisi. Bahwa kita akan menghentikan reklamasi pulau-pulau bukan menghentikan NCICD. Makanya saya menjelaskan, NCID dan pulau itu dua hal yang berbeda," kata Marco di Kantor Bappenas, Selasa (1/8).

Marco menyebut pembangunan reklamasi bukan untuk penanganan rob. Dia menyebut pembangunan tersebut hanya untuk mendapatkan dana kontribusi.


Irit Bicara Setelah Pilkada, Anies: Karena Bicara Apapun Tidak Ada Gunanya

"Pulau (reklamasi) itu tidak menjawab secara teknis perlindungan Jakarta terhadap rob dan banjir. Pulau itu kalau pun diperlukan lebih karena pembiayaannya," ujarnya.

Tim sinkronisasi belum membicarakan tentang porsi pembangunan tanggul tersebut dengan pemerintah pusat. Namun, dia menyebut tidak hanya pemerintah yang terlibat dalam pembangunan tersebut, namun juga swasta.

"Jadi tanggul pantai itu bahkan terbagi tiga. Satu dari pemerintah pusat, satu pemerintah DKI Jakarta, satu lagi para pengembang. Jadi misalnya Pantai Indah Kapuk, ya mereka sendiri yang membikin tanggulnya. Masa pemerintah yang bikin?" katanya.

Marco menyebut jika tanggul pantai dapat mencegah penurunan tanah, maka pembangunan tanggul laut raksasa dapat ditunda.

"Jadi jangan lupa, NCID itu terdiri dari tanggul pantai, dan tanggul laut. Tanggul laut ini masih belum diputuskan karena kalau kita berhasil dengan tanggul pantai, kemudian diikuti dengan penghentian penurunan tanah yang diakibatkan oleh penurunan air tanah, maka kemungkinan tanggul laut raksasa itu masih bisa ditunda atau tidak perlu dilakukan," jelasnya.

Dia berharap tanggul pantai segera selesai, karena rob di Jakarta sudah terjadi.

"Yang sudah ada kesimpulan jelas tanggul pantai harus dilaksanakan. Karena rob itu sudah terjadi, bukan akan. Kan sudah bisa dilihat juga di pantai sudah ada sebagian yang jadi. Total 20,1 km, sebagian sudah jadi, memang harus dilanjutkan," kata Marco.

Korban Banjir Belitung Butuh Pasokan Logistik dan Obat-obatan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×