logo


Dianggap 'Berbahaya' Novel Sering dapat Teror, Busyro: Supaya Buta Nggak Bisa Kerja

Busyro menyebut pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk menuntaskan teror terhadap Novel harus segera direalisasikan

1 Agustus 2017 15:48 WIB

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas
Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas okezone

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, menyebut Novel Baswedan adalah orang yang berbahaya untuk semua kalangan. Karena itulah, tidak heran jika Novel sering mendapat teror.

"Yang jelas Novel dianggap orang yang membahayakan karena dia dan timnya dianggap membahayakan bagi mantan-mantan polisi juga dan sejumlah kalangan kalau orang ini tetap berada di KPK," ucap Busyro di Balai Kartini, Selasa (1/8).

Berbagai macam teror kerap diterima Novel dengan tujuan agar Novel tidak bisa lagi bekerja sebagai penyidik di KPK.


Wiranto Beberkan Alasan Perbedaan Jumlah Uang Negara yang Diselamatkan Saber Pungli dan KPK

"Dicoba dibunuh, ditabrak, sekarang disiram, tujuannya apa? Supaya buta dan nggak bisa kerja," ucapnya.

Dia juga khawatir dengan kondisi Novel nantinya yang tidak bisa kembali seperti sedia kala dan dipersoalkan nanti saat di KPK.

"Dan saya khawatir kalau ada orang KPK yang permasalahin itu, matanya nggak sempurna, nggak boleh kerja lagi, karena di KPK orangnya juga macem-macem. Saya harus jujur itu," katanya.

Busyro menyebut pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk menuntaskan teror terhadap Novel harus segera direalisasikan.

"Membentuk tim independen itu kan bukan bentuk intervensi. Justru itu aktualisasi pertanggungjawaban moral jabatan presiden," kata Busyro.

Soal Kelanjutan Kasus Novel, KPK: Nunggu Polda, Kita Siap dari Awal

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata