logo


Bahaya Menggunakan Software Bajakan

Pengguna software bajakan khususnya di Indonesia tergolong banyak, terutama pada perangkat komputer yang berbasis Windows. Harga software yang tergolong mahal membuat sebagian orang memilih untuk menggunakan software bajakan ketimbang membelinya.

1 Agustus 2017 14:30 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Pixabay

JITUNEWS.COM - Pengguna software bajakan khususnya di Indonesia tergolong banyak, terutama pada perangkat komputer yang berbasis Windows.

Harga software yang tergolong mahal membuat sebagian orang memilih untuk menggunakan software bajakan ketimbang membelinya.

Tanpa disadari penggunaan software bajakan menjadi sebuah keuntungan bagi para hacker untung mencuri data pribadi yang kita miliki. Memang tidak semua software bajakan terinfeksi malware, akan tetapi hal tersebut tetap saja beresiko untuk kita gunakan.


Ini Alasan Mengapa Pengguna Android Beralih ke iOS

Faktanya, 92 persen dari laptop baru yang memasang software bajakan sudah terinfeksi malware,” ujar Associate Professor, Department of Electrical & Computer Engineering NUS, Biplap Sidar, dalam rilis tersebut.

Metode penyebaran malware pada software bajakan bermacam-macam. Mulai dari software yang kita gunakan sudah dipasang malware atau media penyimpanan pada saat kita membeli software bajakan tersebut seperti DVD atau CD.

Solusi bagi kita untuk mencegah penyebaran malware pada perangkat komputer yang kita miliki adalah dengan menggunakan software open source (gratis).

Tidak hanya software penunjang kegiatan sehari-hari yang gratis, bahkan kita juga bisa menggunakan sistem operasi gratis seperti Ubuntu yang saat ini tampilannya sudah cukup baik dan lebih mudah untuk dipahami.

Kini Tak Perlu Lagi Gunakan KTP untuk Daftarkan Domain .id

Halaman: 
Penulis : Satria Budi