logo


Tol Laut, Pemerintah Harus Perhatikan Aspek Lain

Besarnya nilai dan harapan masyarakat pada proyek ini, maka pemerintah harus melihat aspek lainnya

16 Desember 2014 11:01 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi mengingatkan pemerintah dalam mengembangkan dan membangun pelabuhan tol laut ini harus memperhatikan banyak hal. Seperti lokasi, kedalaman laut, arus muatan barang, dan sifat alami pelabuhan.

"Misalnya di Kalimantan, kalau pelabuhan ada di muara sungai, ada ancaman sedimentasi yang besar, ini harus dipertimbangkan," ungkap Setijadi kepada wartawan, Jakarta.

Besarnya nilai proyek serta harapan tinggi dari masyarakat yang tertuju pada proyek tol laut ini membuat pemerintah harus mempertimbangkan aspek lain agar program ini berjalan sesuai rencana.


Optimalkan Daerah Irigasi Komering, Kementerian PUPR Bangun Bendungan Tiga Dihaji di Sumsel

Sekedar informasi, berdasarkan perhitungan terakhir, nilai investasi untuk mengembangkan pelabuhan saja di 24 pelabuhan mencapai Rp 39,5 triliun. Adapun investasi untuk pengadaan kapal mencapai Rp 53,19 triliun.

Proyek tol laut sejatinya merupakan pengembangan dari proyek Pendulum Nusantara yang digulirkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) pada tahun 2012 silam.

Konsep Pendulum Nusantara yang gagal dieksekusi era pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berencana untuk menghubungkan sejumlah pelabuhan guna menurunkan ongkos logistik dan pengangkutan barang serta melakukan modernisasi pelabuhan di Indonesia. Kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal membuat konsep serupa dengan nama tol laut.

Jokowi Sebut Rusun Pasar Rumput Senilai 970 M Sangat Istimewa, Apa Saja Sih Fasilitasnya?

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin,