logo


Berikut 5 Resolusi Aksi Bela Islam 287

Wakil Ketua Presidium Alumni 212 Hasri Harahap membacakan lima resolusi dalam aksi 287 siang ini.

28 Juli 2017 16:05 WIB

Massa Presidium Alumni 212 melakukan aksi menggugat Perppu Ormas di Silang Monas, Jakarta, Jumat (28/7).
Massa Presidium Alumni 212 melakukan aksi menggugat Perppu Ormas di Silang Monas, Jakarta, Jumat (28/7). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Presidium alumni 212, Hasri Harahap menyampaikan lima resolusi penting dalam aksi 287 yang digelar hari ini. Lima resolusi itu, ia bacakan saat berorasi di atas mobil komando di depan patung kuda, Jumat (28/7).

Mereka menilai pemerintah tidak simpatik pada umat islam. Sebelum membacakan lima resolusi itu, Hasri sempat mengkritisi soal pembubaran Ormas yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

"Pembubaran ormas itu tidak lewat pengadilan bila hal ini dibiarkan, bila perlu ini disetujui dan dibenarkan oleh MK, pilar demokrasi hak asasi manusia yang dijamin di UUD 1945 langsung runtuh," tegasnya.


Dipimpin Yusril, Perwakilan Aksi 287 Akan Serahkan Simbol Uji Materi ke MK

Berikut lima resolusi yang dibacakan oleh Hasri dalam aksi bela islam 287 itu.

1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia, terlepas dari mazhab maupun partai yang diyakininya hakikatnya kita satu tubuh, Baginda Rasulullah bersabda, perumpamaan mukmin satu tubuh,
HTI adalah bagian integral dari umat Islam, HTI jadi korban pertama, dan kemungkinan besar akan ada korban lainnya. Mereka tidak sadar, mereka tidak sadar, karena mereka pada akhirnya akan menjadi target selanjutnya.

2. DPR RI berpikir lah ke depan jangan sampai kepentingan jangka pendek mempengaruhi jangka panjang. Jadilah lembaga yang sesungguhnya, jangan jadi tugas stempel dengan imbalan imbalan keduniaan.

3. Kepada MK, pertimbangkan lah dengan benar benar usaha judicial review dengan Perppu yang kontroversi itu. MK adalah benteng terakhir, apalagi keputusan MK bersifat final, mohon pertimbangkan, dan tidak langsung munculnya Perppu nomor 2/2017.

4. MUI diharapkan memberikan pendapat yang murni dari sisi agama, sehingga pendapat MUI menjadi berbobot, jangan membuka pintu masyarakat jadi rezim,

5. Kepada bapak presiden kami ingatkan bahwa kekuasaan politik di 2014 hanyalah titipan dari Allah, Allah berkenan atau memperpanjang, di dunia ini, tetapi juga berkenan kami harapkan dari presidium 212, khusus yang kami hormati, bapak presiden berkenan mencabutnya, berkenan mencabutnya, sesuai dengan kehendak Allah, tunaikan amanat kekuasaan rakyat secara hati-hati. 

Massa Aksi 287 Bergerak ke Patung Kuda untuk Sampaikan Aspirasi

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari