logo


Pengembangan Pertanian Berbasis Klaster Harus Menjadi Pilihan ke Depan

Dalam rangka reforma agraria akan dicoba pengembangan pertanian melalui klaster.

27 Juli 2017 12:15 WIB

Kebun karet.
Kebun karet. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menjelaskan bahwa dalam upaya meningkatkan sektor pertanian, model pengembangan klaster atau kelompok menjadi pilihan ke depannya.

"Apabila ingin mendorong produktivitas pangan, maka yang perlu dilakukan adalah mengembangkan pertanian secara klaster atau kelompok," kata Darmin, usai sarasehan nasional dengan pemimpin daerah di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (26/7) malam.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam rangka reformasi agraria akan dicoba pengembangan pertanian melalui klaster. "Itu adalah kebijakan yang sekarang sudah mulai siap, masih di awal sekali tetapi sudah siap," ujarnya.


Sintang Tawarkan Sektor Hilirisasi Produk Kepada Investor

Selain itu, Darmin juga menyoroti sektor perkebunan. Pasalnya, yang akan dilakukan pemerintah di sektor perkebunan adalah upaya peremajaan perkebunan yang akan dimulai dengan perkebunan kelapa sawit dan karet, kemudian mencoba masuk ke kelapa, cokelat, dan tebu.

Ia juga menegaskan bahwa upaya peremajaan ini akan didukung dengan sejumlah program lain seperti bibit dan fasilitas lainnya.

"Selain bibit, juga akan difasilitasi dengan gudang, pengering, dan kemudian logistiknya. Nanti juga akan dibangun pasar pengumpul, tempat petani atau pedagang kecil bertemu dengan pedagang besar," tukasnya.

Menaikkan Produksi Pangan, Kunci Suksesnya Program Pemberantasan Kemiskinan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari