logo


Pertamina Bangun Pabrik Pelumas Termodern Se-Asia Tenggara

13 Maret 2014 15:45 WIB


JAKARTA-JITUNEWS.COM- PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahannya PT Pertamina Lubricants akan membangun pabrik pelumas (grease plant) dan Lube Oil Blending Plant (LOBP) di Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan total biaya Rp 1,3 triliun. Pembangunan pabrik pelumas tersebut diklaim termodern se-Asia Tenggara.

"Kami sedang membuat grease plant dan lube oil blending plant di Tanjung Priok. Grease plant selesai Juni 2014 dengan kapasitas total 9.000 metrik ton per tahun, dan akan menjadi termodern di Asia Tenggara," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya dalam keterangannya, Minggu (9/3/2014).

LOBP itu akan memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun. Ini merupakan fasilitas lube oil blending plant ketiga yang dimiliki Pertamina. "Kita akan menjadi salah satu produsen dengan kapasitas tertinggi di Asia Tenggara. Kalau ini selesai kapasitasnya menjadi 600.000 ton per tahun," ucapnya.

Selain itu, lanjut Hanung, Pertamina juga akan ekspansi dengan mengakuisisi fasilitas produksi pelumas di Thailand. "Kita sudah ekspansi ke 25 negara. Sekarang proses akuisisi fasilitas produksi di Thailand mendekati final. Ini akan menjadi basis produksi untuk pemasaran di Indonesia-China. Kita akan ke China bekerjasama dengan perusahaan pelumas di sana," katanya.

Direktur Utama Pertamina Lubricants Supriyanto DH menambahkan pembangunan ini dilakukan karena pembangunan Grease Plant mau disatukan dengan LOBP untuk efisiensi dan juga menjawab tuntutan untuk lebih modern.

Dia menyebutkan, untuk pembangunan pabrik Grease Plant investasinya sekitar Rp 500 miliar dan LOBP Rp 800 miliar. Menurutnya, LOBP Priok yang baru ini yang paling baik teknologinya di Asia Tenggara. "LOBP akan selesai sekitar Desember nanti," jelasnya.

Supriyanto mengungkapkan, pemasaran produk pelumas ini di dalam dan luar negeri. Potensi pasar pelumas di dalam negeri sekitar Rp 20 triliun. "Kami optimis nanti market share menjadi lebih tinggi sekitar 60-62 persen dari sekarang dengan keuntungan Rp 2,4 triliun per tahun, dan revenue Rp12 triliun per tahun. Pasalnya kompetitor terbesar kita hanya mampu kuasai 10-an persen, " katanya.

Wamendag Ngotot Soal Sustainable Palm Oil di Parlemen Eropa

Halaman: 
Penulis :
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex