logo


Tito Karnavian: Polisi Pengedar Narkoba, Tembak Mati Bila Perlu

"Kalau polisi itu ikut mengedarkan narkoba, maka anggota Polri itu berarti pengkhianat, pengkhianat harus dipecat, bila perlu tembak mati," tegas Tito.

26 Juli 2017 16:15 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti berapa banyak anggotanya yang terlibat kasus narkoba di jajaran Polda Riau.

Seperti diketahui, aparat Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau menembak mati pengedar narkoba Hendra Elfizon, di Bengkalis, Riau, pada 7 Juni 2017 yang lalu. Pelaku diketahui merupakan anggota polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Kepolisian Sektor Bengkalis.

"Nanti saya cek, saya belum tahu," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/7).


Narkoba Jenis Baru “Flakka” Punya Efek Dahsyat Sudah Cengkeram Indonesia

Kendati demikian, Tito menjelaskan, apabila ada anggota polri yang menggunakan narkoba, maka yang bersangkutan akan dilihat terlebih dahulu tingkat pelanggarannya.

"Kalau dia pemakai pasti dia kita berikan kode etik. Kalau ga ada barang bukti maka dia direhab. Kalau ada barang bukti kita proses hukum," tuturnya.

Namun, kata Tito, apabila anggota Polri tersebut justru berperan sebagai pengedar narkoba, maka yang bersangkutan harus diberi tindakan tegas berupa pemecatan bahkan bila dianggap perlu dapat ditembak mati.

"Kalau polisi itu ikut mengedarkan, anggota Polri itu berarti pengkhianat, pengkhianat harus dipecat, bila perlu tembak mati. Seperti kasus di Medan tahun lalu anggota Polri yang membekingi dan ikut turun langsung mengamankan bandar narkoba itu dari Aceh, ditembak pengedarnya, meninggal, polisinya pun ditembak, meninggal. Dan polisi yang menembak, saya pasti beri penghargaan," pungkasnya.

Indonesia Darurat Narkoba, Polisi Kembali Tangkap Pengedar Ribuan Jenis Narkoba

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana