logo


Jubir PT IBU: Angka 25 Persen di Kemasan Beras 'Ayam Jago' Adalah AKG

Dicantumkan informasi AKG dalam kemasan beras 'Ayam Jago' adalah inisiatif PT IBU dengan harapan konsumen dapat mengatur pola makannya dalam mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

25 Juli 2017 16:24 WIB

Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (IBU) Jo Tjong Seng.
Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (IBU) Jo Tjong Seng. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (IBU), Jo Tjong Seng, membantah bahwa pihaknya telah menipu konsumen soal nilai gizi yang terkandung dalam kemasan beras 'Cap Ayam Jago' yang dijualnya.

Menurutnya, angka-angka yang dicantumkan dalam kemasan beras tersebut adalah Angka Kecukupan Gizi (AKG), bukan menunjukkan kandungan gizi seperti yang dituduhkan pihak Satgas pangan kepada PT IBU.

"Saya akan jelaskan, dikatakan Satgas pangan bahwa kandungan karbohidrat yang tercantum 25 persen tetapi setelah diteliti kadarnya 81 sekian persen. Nah, kami tegaskan bahwa angka 25 persen yang tercantum dalam kemasan itu adalah AKG, bukan menunjukkan kandungan gizinya," ujar Tjong Seng di Gedung Bursa Efek Jakarta, Selasa (25/7).


Penjelasan Lengkap PT IBU Soal Tuduhan Mengoplos Hingga Memonopoli Pasar Beras

Menurutnya, kandungan beras putih kisaran kandungan karbohidratnya adalah 74 persen sampai 81 persen. Oleh karena itu, hasil uji laboratorium Satgas Pangan yang menyebutkan bahwa kandungan karbohidrat beras 'Ayam Jago' berkisar 81,45 persen masih dalam kisaran yang seharusnya terkandung dalam beras putih.

"Dan temuan laboratorium 81 persen itu masih masuk dalam kisaran kandungan karbohidrat. Jadi tidak ada perbedaan, cuma menafsirkan saja yang berbeda," jelasnya.

Ia melanjutkan, dicantumkan informasi AKG dalam kemasan beras 'Ayam Jago' adalah inisiatif pihaknya dengan harapan konsumen dapat mengatur pola makannya dalam mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

"Informasi nilai gizi ini bukan menunjukkan mutu, deskripsi mutu berkaitan dengan karakter fisik, tidak ada kaitannya dengan kandungan gizi. Kandungan gizi kita cantumkan untuk membantu konsumen mengatur pola makannya. Dan ini bukan untuk menunjukkan premium atau tidak premium. Kami harapkan dengan informasi AKG ini akan dipahami oleh konsumen untuk tetap memilih 'Maknyuss' dan 'Ayam Jago sebagai produk untuk konsumsi mereka," tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya, PT Indo Beras Unggul (PT IBU) tidak hanya dituding membeli gabah di atas harga yang ditetapkan pemerintah serta mengoplos beras, namun perusahaan tersebut juga dituding menipu konsumen soal gizi yang terkandung dalam beras.

Hal itu diketahui setelah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membawa sampel beras ke laboratorium. Dalam kemasan beras merek 'Ayam Jago' dicantumkan kadar karbohidrat sebesar 25 persen, padahal kadarnya lebih besar yaitu 81,45 persen.

 

 

PT IBU Sekali Lagi Menegaskan Tidak Melakukan Penipuan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana