logo


Polisi Kembali Gerebek Gudang Beras Oplosan

Beras yang tak layak konsumsi tersebut sudah berkutu dan berjamur, serta banyak kotoran yang menggumpal. Diperkirakan total beras rusak tersebut mencapai 2-3 ton.

25 Juli 2017 15:38 WIB

Gudang penyimpanan beras Bulog.
Gudang penyimpanan beras Bulog. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim Satgas Pangan menemukan ratusan sak beras tidak layak konsumsi saat menggerebeg sebuah gudang di Jalan Diponegoro, Pungging, Mojokerto, pada hari Selasa, tanggal 25 Juli 2017. Diduga beras tidak layak konsumsi tersebut bakal dioplos dengan beras premium agar harganya meningkat.

Beras yang tidak layak konsumsi tersebut sudah berkutu dan berjamur, serta banyak kotoran yang menggumpal. Diperkirakan total beras rusak tersebut mencapai 2-3 ton.

Kepala Pasar Raya Mojosari Disperindag Kabupaten Mojokerto, Samsul Hadi, mengatakan, beras tidak layak konsumsi tersebut akan dioplos dengan beras kualitas baik.


Soal Penggerebekan Gudang Beras PT IBU, "Pak Mentan dan Pak Kapolri ini paham pertanian tidak ya?"

"Otomatis kalau dijual harganya meningkat, ini penipuan konsumen," ujar Samsul saat ikut melakukan penggerebegan.

Dalam gudang tersebut juga ditemukan beras dengan merek Rojolele. Diduga beras kualitas premium tersebut sudah dicampur dengan beras tidak layak konsumsi.

"Isi beras premium itu tidak sesuai dengan aslinya. Ada yang dicampur dengan ketan, ada pula yang dicampur dengan beras broken," imbuhnya.

Beras merek Rojolele tersebut dijual seharga Rp 12.000 per kg. Padahal beras tidak layak konsumsi yang dioplos dengan beras premium tersebut hanya seharga Rp 5.000 per kg.

"Semua beras Rojolele di sini sudah oplosan. Dioplos dengan ketan supaya pulen," jelas Samsul.

Ini Penjelasan Mentan Terkait Langkah Subsidi Beras

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan