logo


PT IBU Sekali Lagi Menegaskan Tidak Melakukan Penipuan

Beras jenis IR 64 atau beras jenis lainnya dapat menjadi medium atau premium sepanjang beras itu diolah sesuai dengan standar mutu fisiknya.

25 Juli 2017 14:48 WIB

Direktur Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Jo Tjong Seng (kedua kanan) memberikan penjelasan didampingi Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Stefanus Joko Mogoginta (kedua kiri), Koordinator Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Sjambiri Lioe (tengah), Direktur Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Jo Tjong Seng (kedua kanan), Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Food Hendra Adisubrata (kanan) dan Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Budhi Istanto (kiri) dalam public expose perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7).
Direktur Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Jo Tjong Seng (kedua kanan) memberikan penjelasan didampingi Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Stefanus Joko Mogoginta (kedua kiri), Koordinator Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Sjambiri Lioe (tengah), Direktur Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Jo Tjong Seng (kedua kanan), Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Food Hendra Adisubrata (kanan) dan Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Budhi Istanto (kiri) dalam public expose perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi menyegel kantor PT Indo Beras Unggul yang menjadi produsen beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago. Perusahaan itu diduga melakukan penipuan dengan menjual beras medium bersubsidi seharga beras premium.

Juru Bicara PT Indo Beras Unggul, Jo Tjong Seng membantah bahwa pihaknya telah melakukan penipuan kepada konsumen beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago. Menurutnya, deskripsi premium dan medium itu hanya ditentukan oleh SNI yang berdasarkan pada mutu fisik, bukan bergantung pada jenis beras dan varietasnya.

"Deskripsi yang dikenal atau yang digunakan oleh industri perberasan adalah berdasarkan SNI. Deskripsi premium dan medium dari SNI itu adalah berdasarkan mutu fisik, atau bukan tergangung dari jenis beras dan varietasnya," ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (25/7).


Di Bisnis Pangan, 'Middle Man' Dapat Keuntungan Lebih

Dia menjelaskan, beras jenis IR 64 atau beras jenis lainnya dapat menjadi medium atau premium sepanjang beras itu diolah sesuai dengan standar mutu fisiknya. Dan apakah itu beras premium atau medium tidak lantas mempengaruhi jumlah gizi yang dikandungnya.

"Sepanjang itu beras putih memiliki kisaran kandungan gizi yang sama. Dengan demikian deskripsi mutu bukan tergantung pada kandungan gizi," katanya.

Menurutnya parameter premium atau medium suatu beras itu bergantung pada keutuhan beras yang ada di dalam kemasan yang terdiri atas kepala beras dan beras patahan. Untuk kelas premium beras kepala sekitar 95 persen sedangkan beras patahannya sekitar 5 persen.

"Apa sih parameternya premium atau tidaknya beras. Untuk membedakan jenis premium dan medium bisa juga dengan melihat kandungan airnya, warnanya dan komponen lainnya seperti batu atau komponen lainnya," pungkasnya.

Soal Penggerebekan Gudang Beras PT IBU, "Pak Mentan dan Pak Kapolri ini paham pertanian tidak ya?"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah