logo


Kementan Klaim Kenaikan Harga Pangan Lebih Dikarenakan Perilaku 'Middle Man'

Dengan adanya perilaku 'Middle Man' tersebut, maka negara dirugikan.

25 Juli 2017 12:05 WIB

Pedagang pasarI
Pedagang pasarI Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Subbidang Data Sosial-Ekonomi pada Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementerian Pertanian (Kementan), Ana Astrid, mengatakan bahwa terjadinya margin harga yang cukup tinggi antara petani dan pedagang di pasar lebih dikarenakan perilaku para 'Middle Man' (pihak yang berada di antara produsen dan konsumen).

"Terjadi disparitas harga tinggi lebih dikarenakan perilaku 'Middle Man', dimana margin yang mereka peroleh cukup tinggi bisa 100 persen, maka dampaknya petani menderita dan konsumen menanggung harga tinggi," kata Ana, dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Selasa (25/7).

Lebih lanjut, Ana mengatakan bahwa dengan adanya perilaku 'Middle Man' tersebut, maka negara dirugikan.


Daniel Johan: Pemerintah Cenderung Mengabaikan Harga Pangan yang Bukan Target

Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini negara berupaya keras mendorong peningkatan produksi dengan anggaran besar, agar hasilnya dinikmati petani dan konsumen.

"Namun, di satu sisi ada pelaku usaha 'Middle Man' membeli beras dari petani, kemudian diolah sedemikian rupa menjadi premium dan dijual harga tinggi kepada konsumen," pungkasnya.

 

Mentan Sebut Gebrakan Melawan Kartel Kunci Suksesnya Upaya Menstabilkan Harga Pangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana