logo


Mulai Menulis, Inilah Saatnya, Inilah Awal Perubahan

"Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi." Pramoedya Ananta Toer

24 Juli 2017 16:30 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meskipun tidak seratus persen, banyak hal yang manusia ketahui pada umumnya berasal dari bacaan atau tulisan. Kata-kata bijak atau pun pengetahuan akan hilang jika tidak segera direkam sebagai tulisan. Bahkan menyampaikan kritik kepada mereka yang berkuasa jauh lebih menyayat dengan tulisan ketimbang retorika.

Sejumlah sastrawan, budayawan, pengarang, penulis, novelis bahkan aktivis sekali pun acap kali memilih tulisan atau mulai menulis sebagai sebuah penegasan yang menggantikan bicara. Bahkan, periode Orde Baru banyak media massa yang dibredel oleh penguasa karena kerap menulis fakta-fakta yang mengganggu.

Mulai menulis tentu tidak sama dengan memiliki cita-cita sebagai seorang penulis beken. Walaupun ketangkasan memotret keadaan serta memahami permasalahan melebihi kaum awam bisa saja mengantar seseorang untuk menjadi penulis andal yang kemudian terkenal.


Dampak Ransomware Petya bagi Perusahaan Dunia, dari Maersk hingga FedEx

Pramoedya Ananta Toer pernah menyatakan,"Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi." Apa yang disampaikan Pram ternyata telah dibuktikan oleh penulis sekaligus aktris Djenar Maesa Ayu. Meski karya tulisnya telah menumpuk, ternyata motifnya menulis tidak lebih hanya karena ingin menuliskan segala hal yang ada di pikirannya atas pengamatan yang dilakukan.

Bukan karena sedari awal bercita-cita menerbitkan antologi cerpen atau pun novel, melainkan sebagai kebutuhan kerja intelektual saat atau dalam menuangkan ide-ide. Namun, Djenar sendiri telah dimodali darah menulis oleh sang bapak, Sjumandjaja.

Menulis lebih tajam ketimbang kata-kata jika itu ditujukan sebagai bentuk kritik terhadap penguasa. Banyak tulisan, baik itu dalam bentuk buku atau dimuat di media massa, yang nyatanya sukses membuat para pemangku jabatan panas telinganya.

Saking kerasnya larangan terhadap tulisan-tulisan progresif, Wiji Tukul sempat menyatakan,"Jika aku menulis dilarang, aku akan menulis dengan tetes darah!"

Dari semua pengalaman tersebut dapat disimpulkan bahwa menulis adalah upaya dalam mendokumentasikan kejadian atau pun sekedar menuangkan isi pikiran.

Jitunews.com sebagai sebuah portal berita akhirnya tergoda untuk menampung sejumlah tulisan dari pembacanya demi sebuah tujuan, yakni pertukaran informasi.

Jauh sebelum era digital atau internet, mungkin banyak tulisan-tulisan awam yang memiliki nilai atau pun terkandung motivasi yang tidak memiliki tempat karena keterbatasan. Jelas biayanya banyak bagi seorang awam jika tulisannya itu dibukukan dan dipasarkan di toko-toko buku ternama.

Bahkan untuk bisa dimuat dalam Suara Pembaca di koran-koran pun tidaklah mudah. Banyak persyaratan dan normalnya hanyalah sebuah aduan, jika masyarakat awam, dan butuh sebuah pengakuan publik dahulu terkait, status penulis ternama, barulah media-media cetak bisa memberi space untuk dimuat.

Untuk itu, hari ini, sekarang, Jitunews membuka ruang kepada siapa pun, tanpa batas, untuk bisa Mulai Menulis di Suara Kita Jitunews.com. Selain sebagai bentuk apresiasi kepada pembaca setianya, kolom Suara Kita adalah ajang bagi para penulis untuk menyuarakan ide tulisannya dalam mengisi kemerdekaan. Khususnya terkait untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan umum lainnya.

Jitunews merasa bertanggung jawab sebagai media massa dan siap menjadi arena diskusi sekaligus wadah penyampaian hal-hal positif. Mengingat, belakangan masyarakat kehilangan filterasi dan langsung menyerap segala bentuk opini sesat yang seliweran di media sosial tanpa pernah mencari tahu sumber dari tulisan tersebut.

Berikut adalah link (http://connect.jitunews.com/opini/tulis) yang akan mengantar penulis langsung ke laman Mulai Menulis di Suara Kita Jitunews.com. Daftar data diri, kemudian mulai menulis serta memberikan judul, masukan foto lalu kirim. Sangat mudah.

MULAI MENULIS,

Inilah saatnya! Inilah awal dari perubahan!
Buat dirimu semakin dikenal, buat suaramu semakin didengar!

Terlanjur Viral, Penyebab Kematian Dokter Stefanus Jadi Misteri

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex