logo


Kementan Klaim Penetapan HET Sudah Mempertimbangkan Banyak Aspek

Dalam proses perhitungan harga acuannya pun sudah melibatkan semua stakeholder.

24 Juli 2017 13:46 WIB

Beras.
Beras. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Subbidang Data Sosial-Ekonomi pada Pusat Data dan Sistem Informasi, Ana Astrid, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras sudah mempertimbangkan banyak aspek.

"Penetapan HET sudah mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kelayakan usaha tani, biaya distribusi dan juga termasuk keuntungan wajar bagi setiap pelaku usaha," demikian kata Astrid dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin (24/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam proses perhitungan harga acuannya pun sudah melibatkan semua stakeholder.


Apa Upaya Kementan Meningkatkan Daya Saing Beras Indonesia?

"Kita bahas bersama pihak petani, pihak pedagang, asosiasi dan lainnya," ujarnya.

Terkait adanya anggapan bahwa kebijakan HET dikatakan mendadak, Ana mengatakan bahwa harga acuan di konsumen atau biasa disebut Harga Atas tersebut tidak mendadak, karena sejak tahun lalu sudah diterbitkan HET.

"Pada tahun 2016 sudah diterbitkan Permendag Nomor 63/M-DAG/PER/09/2016 dengan harga acuan beras di petani Rp 7.300/kg dan di konsumen Rp 9.500/kg. Selanjutnya pada bulan Juli 2017 diterbitkan Permendag Nomor 47/M-DAG/PER/7/2017 dengan harga acuan beras di petani Rp 7.300/kg dan di konsumen Rp 9.000/kg," katanya.

"Harga beras rata-rata sekarang Rp 10.500/kg itu kan tinggi, karena terbentuk dari adanya beras yang dijual tinggi selama ini," tukasnya.

Harga Bawang Putih Masih Tertahan di Angka Tinggi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari