logo


Dituding Jual Ulang Beras Subsidi, Begini Penjelasan Tiga Pilar Sejahtera

Tjong Seng menegaskan, beras yang dipasarkan PT IBU sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

22 Juli 2017 22:19 WIB

Republika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (PT TPS), Jo Tjong Seng, angkat bicara ihwal tuduhan yang menyebutkan bahwa anak usahanya yakni PT Indo Beras Unggul (IBU) membanderol berasnya secara murah karena menjual ulang beras subsidi dari pemerintah.

"Gabah yang kami beli punya spesifikasi tersendiri. Jadi tidak bisa dibandingkan langsung dan kemudian disimpulkan kami lebih murah," tandas Jo Tjong Seng di Jakarta, Sabtu (22/7).

Pria yang akrab disapa Aseng itu mengatakan, PT IBU menjual produk beras dalam kemasan berlabel dengan harga jual yang wajar kepada distributor. Kata dia, harga jual itu sudah memperhitungkan harga pokok produksi, biaya produksi, biaya operasional (pengiriman, penjualan, pemasaran, dan sebagainya), dan keuntungan yang wajar.


Anton Apriyantono: Lagi-Lagi Pejabat Negara Melakukan Kebohongan Publik

"Harga eceran tertinggi yang dibeli oleh konsumen ditentukan oleh outlet di mana konsumen membeli," kata Tjong Seng.

Lebih jauh, Tjong Seng menegaskan, beras yang dipasarkan perusahaan juga sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Kami melakukan uji laboratorium, pengecekan fisik juga dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tak hanya itu, gabah yang PT IBU dapatkan berasal dari para petani yang berlokasi di Bekasi dan sekitarnya. Karena sesuai SNI, berdasarkan parameter fisik, tentu ada persyaratan-persyaratan gabah, dan ini sudah layak," tegas Tjong Seng.

Lantas, Tjong Seng pun memastikan tidak ada upaya monopoli yang dilakukan perusahaannya terkait harga beras yang dibanderolnya.

"Saya tegaskan kalau tidak ada unsur monopoli di sini. Petani punya hak tawar, kamu tidak bisa memaksa itu," tukas Tjong Seng.

Kemudian, Tjong Seng juga mengatakan, hingga saat ini perusahaannya juga belum mengambil langkah hukum guna merespons penggerebekan gudang berasnya itu. Menurutnya, PT IBU masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari polisi mengenai kasus yang menyeret nama perusahaannya tersebut.

Anton Apriyantono: Lagi-Lagi Pejabat Negara Melakukan Kebohongan Publik

"Kami sangat kooperatif dengan pihak berwenang mengenai proses hukum yang sedang berjalan. Kami juga terus minta konfirmasi dan perkembangan pemeriksaan polisi," tutup Tjong Seng.

Komisaris PT TPS: Pemerintah dan Polri Jangan Hanya Main Gerebek

Halaman: 
Penulis : Riana