logo


Soal Pilpres 2019, Panglima TNI: Tak Etis Saya Bermimpi Jadi Presiden

Gatot menyebut isu yang saat ini beredar masih simpang siur.

22 Juli 2017 08:14 WIB

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi 1 DPR RI tentang pembahasan anggaran tahun 2018 di Gedung Nusantara II Komisi 1 DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7).
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi 1 DPR RI tentang pembahasan anggaran tahun 2018 di Gedung Nusantara II Komisi 1 DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7). Puspen TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nama Gatot Nurmantyo belakangan masuk bursa calon presiden atau wakil presiden 2019 mendatang. Namun, siapa sangka, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo justru melemparkan pernyataan yang berbeda dengan rumor tersebut.

Dalam acara pembekalan Taruna di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada hari Jumat, tanggal 21 Juli 2017, Jenderal Gatot menilai, sangatlah tidak etis dirinya memiliki mimpi ingin menjadi seorang presiden. Hal tersebut diutarakan Gatot menanggapi berkembangnya wacana sejumlah survei dan partai yang mengaitkannya menjadi salah satu calon dalam pemilu presiden tahun 2019 mendatang.

"Saya sekarang panglima TNI kan gitu, menurut saya bermimpi jadi presiden itu tidak etis," ucap Panglima TNI Gatot Nurmantyo.


Untuk Pancasila Apapun Akan Dilakukan

Meski kenyataannya nama Gatot Nurmantyo digadang-gadang bakal bertanding dalam Pilpres 2019 mendatang, sang jenderal justru memilih sikap untuk tidak menanggapi hal tersebut secara berlebihan. Gatot menyebut isu yang saat ini beredar masih simpang siur.

"Kalau hoax seperti itu ditanggapi, capek saya tiap hari jawabin wartawan kan," kata Gatot.

Mantan KSAD ini pun memandang langkah partai yang mencoba mendampingkan dirinya dengan Presiden Joko Widodo untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang sebagai langkah yang tidak etis.

"Komandan saya itu, pimpinan saya itu presiden sama wakil presiden, kemudian saya juga akan melangkahi wakil presiden kan tidak etis," kata dia.

Apakah Tentara Boleh berpolitik? Megawati: No

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah